Pelaut ADIPATI l Kalitbang INDOMARITIM l Direktur Eksekutif TRUST l Presiden SPI l Volunteer INMETA
Lingkungan informasi saat ini, terutama melalui media sosial, memiliki dampak yang signifikan, baik sebagai penghubung antar individu maupun sebagai sumber konflik politik dan penyebaran informasi yang salah. Dalam melihat batasan yang ada saat ini, seperti regulasi pemerintah dan kebijakan internal perusahaan yang kurang memadai, tampaknya diperlukan upaya internasional untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dua inisiatif yang menjanjikan, yaitu Panel Internasional tentang Lingkungan Informasi dan usulan Observatorium Internasional tentang Informasi dan Demokrasi, memiliki potensi untuk membentuk kebijakan global yang didasarkan pada penelitian.
Dalam sebuah diskusi terbatas di KPI, salah satu komisioner KPI DR. Yuliandre Darwis menekankan penelitian lingkungan informasi saat ini memang sedang dihadapkan dengan sejumlah tantangan yang membatasi pengembangan kebijakan itu sendiri. Salah satu tantangan utamanya adalah ketidaksepakatan dalam metodologi penelitian. Tanpa konsensus ilmiah tentang cara merancang, menguji, dan mengukur dampak intervensi dalam lingkungan informasi, sulit untuk mencapai kesimpulan umum yang dapat membentuk dasar kebijakan. Dibutuhkan upaya kolaboratif untuk merumuskan pedoman bersama agar penelitian dapat berkembang secara lebih terarah. Sementara trending platform seperti Facebook dan Twitter (X) terus melakukan lompatan strategis dalam penguasaan pasar digital tanpa batas. Dan hal itu jelas hanya akan mampu diantisipasi dengan pengembangan penelitian yang lebih holistik dan berdampak.
Selanjutnya, terdapat keterbatasan cakupan geografis dalam penelitian ini. Mayoritas penelitian terfokus pada demokrasi Barat yang menganut liberalisme kebebasan tanpa batas, sementara wilayah dengan populasi terbesar di dunia, seperti Asia dan Afrika dan Amerika Latin, atau yang mewakili komunitas Muslim dunia yang jelas punya batasan yang sangat terukur justru belum mendapatkan perhatian yang cukup. Sehingga dampak informasi secara global yang selama ini digelar masih jauh dari representasi komunitas dunia itu sendiri. Ditambah lagi dengan hambatan dalam bentuk kurangnya penelitian pada berbagai platform khususnya kepada platform dewasa yang mengekspose pleasure secara berlebihan.
Salah satu hambatan utama dalam mengembangkan penelitian lingkungan informasi adalah akses terbatas terhadap data dan kekurangan infrastruktur serta alat penelitian yang diperlukan. Beberapa platform media sosial menerapkan biaya tinggi untuk akses data, dan perubahan dalam kebijakan data setelah skandal tertentu telah membuat para peneliti menghadapi tantangan. Untuk memaksimalkan upaya seperti Panel Internasional tentang Lingkungan Informasi, diperlukan solusi kreatif. Salah satu solusi potensialnya adalah memberikan akses peer review ke fasilitas pemrosesan data yang kuat. Ini dapat membantu peneliti mengatasi hambatan biaya dan mengakses data dalam jumlah besar yang diperlukan untuk penelitian lingkungan informasi.
Selain itu, penyediaan dana untuk pengembangan alat komputasi kritis juga diperlukan agar para peneliti dapat menghasilkan analisis yang lebih canggih dan relevan. Maka diperlukan pembentukan sumber daya ilmiah bersama dan tentunya ini bisa difasilitasi oleh negara. Melalui kolaborasi dan berbagi pengetahuan, para peneliti dapat mengatasi keterbatasan teknis dan infrastruktur, menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan penelitian lingkungan informasi. Pentingnya meningkatkan kualitas penelitian, melibatkan berbagai platform, dan mencapai representasi geografis yang lebih luas sangat krusial. Ini bukan hanya untuk kemajuan pengetahuan kita tentang lingkungan informasi tetapi juga untuk mendukung pertumbuhan demokrasi dan kesejahteraan warga di seluruh dunia.
Dalam mengatasi tantangan-tantangan ini, penting bagi setiap negara diseluruh dunia untuk memperluas cakupan penelitian geografis dan platformnya, mengatasi ketidaksepakatan metodologi, dan memastikan bahwa penelitian mengeksplorasi keberagaman ekosistem informasi yang ada. Sehingga menguatkan nilai edukasinya kkususnya kepada genZ yang hari ini mengalami ledakan demografinya dan tentunya memberikan landasan yang kuat untuk pengembangan kebijakan yang efektif dalam mengelola dan memperbaiki ekosistem informasi saat ini. Diantara tahapan strategis yang diperlukan untuk pengembangan kebijakan ditengah tantangan kompleks dalam ekosistem informasi saat ini adalah :
- Investasi dalam Akses Data dan Infrastruktur: Pemerintah dan entitas terkait perlu memberikan investasi yang signifikan dalam memastikan akses mudah dan menyeluruh ke data. Hal ini mencakup penyediaan dana untuk alat analisis, pengumpulan data yang diperlukan, dan penyimpanan yang aman. Investasi ini akan menciptakan dasar yang kokoh untuk penelitian yang lebih mendalam dan relevan.
- Pembentukan Pedoman dan Konsensus Metodologi: Komunitas penelitian lingkungan informasi perlu bekerja bersama untuk merumuskan pedoman bersama dan mencapai konsensus mengenai metodologi penelitian. Dengan membentuk pedoman yang jelas, para peneliti dapat mengikuti pendekatan yang seragam, memudahkan perbandingan temuan, dan memastikan bahwa hasil penelitian dapat diandalkan secara global.
- Mendorong Keragaman Penelitian: Untuk meningkatkan cakupan geografis dan representasi platform, diperlukan dorongan aktif untuk melakukan penelitian yang lebih beragam. Pembiayaan dan insentif khusus dapat diberikan kepada peneliti yang tertarik untuk mengisi kesenjangan penelitian, terutama di wilayah yang kurang mendapatkan perhatian. Ini akan membantu menciptakan pemahaman yang lebih lengkap tentang dinamika lingkungan informasi secara global.
Semoga kedepan penelitian lingkungan informasi dapat melibatkan lebih banyak peneliti dari berbagai wilayah dan bahasa. Upaya global seperti yang diilustrasikan oleh Panel Internasional tentang Lingkungan Informasi dan Observatorium Internasional tentang Informasi dan Demokrasi memberikan dasar bagi pembentukan kebijakan global yang berkualitas. Karena setiap negara punya tanggung jawab terhadap disrupsi informasi akibat pertarungan geopolitik kawasan atau politik lokal. Maka kebijakan global akan sangat membantu kualitas lingkungan informasi disetiap negara, khususnya dalam rangka mendukung pertumbuhan demokrasi serta kesejahteraan warganya.













Komentar