Pelaut ADIPATI l Kalitbang INDOMARITIM l Direktur Eksekutif TRUST l Presiden SPI l Volunteer INMETA
SURAT TERBUKA TEKNOKRAT ALQUDS UNIVERSITY SAEDA NASSAR
… “Jangan katakan Anda solidaritas dengan kami .. Tolong lakukan sesuatu yang menunjukkan solidaritas tersebut” …
Doa terbaikku untuk anda yang peduli terhadap situasi masyarakat kami di Jalur Gaza pada umumnya .. dan wilayah utara pada khususnya .. Izinkan kami meluangkan waktu anda lima menit untuk membaca ini ..
Setelah lebih dari 200 hari perang .. indikator penderitaan manusia meningkat lebih dari 200%, dan indikator tersebut adalah :
- Meningkatnya penyakit menular yang disebabkan oleh air yang tidak dapat diminum
- Meningkatnya penyakit akibat gizi buruk
- Kemiskinan ekstrim akibat terhentinya pekerjaan dan seluruh sumber penghidupan dan pendapatan
- Tingginya harga yang berlebihan dan ketidakmampuan individu untuk membeli persediaan makanan dan minuman
- Meningkatnya jumlah korban luka dan kematian akibat suhu tinggi dan kurangnya elemen untuk mendinginkan cuaca, apalagi terdapat 1.500.000 orang yang tinggal di shelter yang terbuat dari nilon dan kayu
- Dan masih banyak lagi warna dan gambar penderitaan dan penyiksaan, itu hanyalah puncak gunung es
Dengan tulus saya menyampaikan pesan dari penduduk di utara untuk merangkul mereka dan membantu mereka bertahan hidup, dan untuk mempertahankan mereka di Jalur Gaza melalui dukungan finansial dan material. Saya mohon jika Anda peduli, berkontribusilah sebanyak yang anda bisa dengan berkomunikasi dengan saya, dan saya akan menghubungkan Anda langsung dengan pihak berwenang yang terkait dan bertanggung jawab, mengetahui bahwa mereka adalah orang-orang sukarelawan dan bukan badan amal atau lembaga (saya hanya alat untuk transfer dan sosialisasi dan karya saya ikhlas kepada Allah)
Bantuan keuangan Anda akan diberikan kepada rumah sakit makanan di bagian utara Jalur Gaza, yang membutuhkan sejumlah besar uang setiap hari untuk memberi makan lebih dari 200.000 warganya. Percayalah Allah akan membantu hamba tersebut selama manusia membantu saudaranya, Mohon bantu sampaikan pesan saya ini dengan siapapun yang anda kenal. Ribuan terima kasih dan doa terbaik kami semoga Anda selalu aman dan terlindungi.
Hormat saya mewakili warga Gaza
saedanassar89@gmail.com /my number in WhatsApp 00972597188380
CATATAN BERITA TERKINI PALESTINA
Upaya Terakhir Gencatan Senjata
Hamas sebagai pemerintahan terakhir yang masih berdiri di Gaza telah membaca keinginan Israel setelah pertukaran tawanan adalah lancarkan serangan lebih brutal lagi ke Gaza. Sehingga, bagi Hamas, kesepakatan harus dengan harga yang mahal, yaitu gencatan senjata permanen. Hamas, melalui petingginya, Khalil Al-Hayyah, telah berulang kali sampaikan pihaknya siap untuk gencatan senjata hingga lima tahun ke depan (atau lebih). Syaratnya, Palestina merdeka berdaulat dengan wilayah Jalur Gaza dan Tepi Barat serta Al-Quds sebagai ibukotanya. Hamas juga tuntut agar para pengungsi dapat kembali ke rumah mereka di Gaza utara.
Permintaan rakyat mayoritas Gaza agar semua pasukan Hamas ikut dalam perjuangan politik diplomatik dan menguatkan tentara nasional Palestina demi membela semua rakyat palestina yang tengah terluka. Ditengah dalam negeri pemerintah Israel sendiri terus mendapat tekanan dari keluarga para sandera, dampak dari video Hamas berisi rekaman tawanan yang masih hidup. Israel setuju dengan draft proposal yang dibawa Mesir, berisi pembebasan 40 sandera Israel dan 900 tahanan Palestina selama enam minggu. Setelah itu, Israel baru bersedia lanjutkan pembicaraan tentang gencatan senjata berkelanjutan.
Israel dihadapkan pada pilihan serang Rafah atau normalisasi dengan Saudi. Serangan ke Rafah adalah puncak kemenangan dan tuntasnya operasi darat ke Gaza selama ini. Namun, opsi ini beri resiko gagalnya rencana pertukaran tawanan. Israel juga harus usir 1,5 juta warga Gaza keluar Rafah. Pengusiran ini akan gagalkan rencana normalisasi Israel dengan Arab Saudi. Pilihan kedua bagi Israel adalah batal menyerang Rafah. Ini akan mudahkan upaya normalisasi Israel dengan Arab Saudi dan negara Arab lainnya. Ini juga akan permudah upaya AS dan Israel untuk menata Palestina ke depan bersama-sama negara-negara Arab pro-Israel seperti UEA, Mesir dan Yordania. Israel akan dapat teruskan rencana pengambilalihan pemerintahan Gaza dari Hamas. Namun opsi ini beresiko Netanyahu akan kehilangan dukungan kelompok ekstrimis kanan yang selama ini mendukungnya.
Reaksi Global Perlawanan terhadap Genosida
Selama beberapa minggu ini, ratusan kelompok mahasiswa di berbagai kampus di Amerika Serikat serukan agar universitas mereka lakukan divestasi; tarik investasi dari perusahaan yang terlibat dan ambil untung dari pendudukan Israel dan genosida di Palestina. Gerakan ini berawal di Columbia University. Para mahasiswa mendirikan lebih dari 50 tenda di halaman yang mereka sebut sebagai “Zona Pembebasan” pada 17 april lalu sampai hari ini. Respon pihak universitas adalah mengundang polisi untuk membubarkan mahasiswa, beri skorsing ke mahasiswa dan ancam cabut beasiswa mereka. Dimana saat ini tanpa terbendung kelompok mahasiswa pro- Palestina di kampus-kampus lain di AS lakukan aksi protes serupa, berkemah di halaman universitas, solidaritas bagi para mahasiswa Columbia University. Para mahasiswa menyatakan tidak akan berhenti berkemah sampai universitas buka lakukan divestasi dari perusahaan dan institusi-institusi AS dan Israel yang dukung Israel.
Memang Mahkamah Internasional (ICJ) telah bereaksi mengenai tindakan darurat yang diminta oleh Afrika Selatan dalam kasus genosida terhadap Israel atas perangnya di Gaza. Namun sayangnya pengadilan tinggi PBB di Den Haag pada hari Jumat tidak memerintahkan gencatan senjata di Gaza tetapi meminta Israel untuk mengambil tindakan untuk mencegah dan menghukum hasutan langsung untuk melakukan genosida di wilayah kantong yang terkepung tersebut. Sehingga warga Palestina di Gaza mengatakan mereka sangat kecewa dengan keputusan pengadilan yang tidak memerintahkan Israel menghentikan pemboman dan invasi darat yang sudah berlangsung hampir empat bulan di wilayah tersebut.










Komentar