Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio: Indonesia Mempunyai Visi Menjadi Poros Maritim Dunia

Info Maritim196 Dilihat

Bandung, indomaritim.id – TNI memiliki tugas melaksanakan diplomasi dalam rangka mendukung kebijakan politik luar negeri yang ditetapkan oleh pemerintah. TNI AL khususnya, juga wajib menegakan hukum dan menjaga keamanan di wilayah laut yurisdiksi nasional sesuai dengan ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio didepan ratusan perwira menengah TNI pada Kuliah Umum Pasis Dikreg Sesko TNI Angkt. XLVI di Gedung Serasa, Bandung, Jawa Barat, Kamis (25/4/2019).

Kedatangan Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio di Gedung Serasa diterima langsung oleh Komandan Sesko (Dansesko) TNI Laksamana Madya TNI Deddy Muhibah Pribadi yang juga mengikut paparannya dari awal sampai akhir.

“Tujuan diplomasi meliputi membuat hubungan dengan negara lain, menjaga hubungan hubungan dengan negara lain, memperluas hubungan diplomatik juga harmoni dan perdamaian” kata Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio yang membawakan presentasi berjudul ‘Strategic Partnership, Kerjasama Militer Antar Negara’.

Baca Juga: Serahkan Buku kepada Ma’ruf Amin, Laksamana TNI (Purn) Dr. Marsetio Tukar Gagasan Potensi Maritim Indonesia

Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio juga menjelaskan keanggotaan Indonesia pada Organisasi Maritim Internasional atau International Maritime Organization (IMO).

“Indonesia kembali mendapat kehormatan untuk menjadi anggota Dewan IMO Kategori C untuk periode 2018-2019 dalam sidang pemilihan Jumat 1 Desember di London, Inggris,” katanya.

Laksamana TNI (Purn)  Prof. Dr. Marsetio didepan ratusan perwira menengah TNI pada Kuliah Umum Pasis Dikreg Sesko TNI  Angkt. XLVI Gedung Serasa, Bandung, Jawa Barat
Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio bersama Komandan Sesko (Dansesko) TNI Laksamana Madya TNI Deddy Muhibah Pribadi usai memberi Kuliah Umum Pasis Dikreg Sesko TNI Angkt. XLVI Gedung Serasa, Bandung, Jawa Barat. Foto: Istimewa

Ia menambahkan, sebagai anggota Dewan IMO, Indonesia memainkan peran strategis dalam menentukan agenda dan kebijakan global di bidang kemaritiman, khususnya yang menjadi fokus dan mandat IMO.

“Keanggotaan di IMO bertujuan pula untuk mewujudkan visi Pemerintah RI sebagai Global Maritime Fulcrum dalam rangka memperjuangkan kepentingan nasional,” ujarnya.

“Pada sidang ke-69 Marine Environment Protection Committee di London, Presiden Joko Widodo menyampaikan Lima Pilar Poros Maritim Dunia, yakni budaya maritim, sumber daya maritim, interconnectivity maritime dan infastruktur maritim, serta diplomasi dan pertahanan maritim,” ujar Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio.

Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio menambahkan, konsep Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia yang dicanangkan Presiden Jokowi sebagai agenda pembangunan yang difokuskan pada lima pilar utama.

“Lima pilar poros maritim dunia yakni membangun kembali budaya maritim Indonesia, kedua menjaga sumber daya laut dan menciptakan kedaulatan pangan laut dengan menempatkan nelayan pada pilar utama,” ungkapnya kepada peserta pendidikan Reguler ke 46 Sesko TNI TA 2019.

Pembukaan pendidikan Reguler ke 46 Sesko TNI TA 2019, ditandai dengan penyematan tanda siswa kepada perwakilan siswa. Pendidikan Sesko TNI TA 2019 ini diikuti 152 orang perwira menengah TNI dan Polri terdiri dari 67 orang TNI AD, 40 orang TNI AL, 26 orang TNI AU, 12 orang Polri dan 7 orang perwira mancanegara. Dua diantaranya merupakan pamen korps wanita TNI.
.
Sesko TNI merupakan lembaga pendidikan pengembangan umum tertinggi di lingkungan TNI. Para Perwira lulusan Sesko TNI tidak hanya dituntut memiliki kemampuan memimpin serta pengetahuan kemiliteran dan manajemen pertahanan yang bersifat strategis saja, namun juga dituntut untuk menguasai perkembangan lingkungan global, diplomasi, hukum serta ilmu pengetahuan dan teknologi ditopang dengan kesegaran jasmani yang prima guna mendukung pelaksanaan tugas untuk mencetak para calon pemimpin TNI masa depan.

Komentar