Cope West 2019 Jadi Ajang Teknisi Pesawat Tempur Berdiskusi dan Berbagi Ilmu

Info Maritim194 Dilihat

Manado, indomaritim.id – Tak hanya bagi para pilot tempur, ajang latihan bersama Cope West 2019 juga menjadi kesempatan baik bagi para teknisi untuk saling berdiskusi satu sama lain, berbagi pengalaman, pengetahuan, dan ilmu sehingga dapat meningkatkan kemampuan masing-masing.

“Dari latma ini banyak manfaat yang diperoleh, di antaranya tambahan ilmu dan pengetahuan baru terkait teknologi mutakhir pesawat F-16,” kata Kapten Tek Ade Chrisanda, Ps. Danflighthar Skadron Udara 3 disela-sela kegiatan latihan di Lanud Sam Ratulangi, Manado, Senin (24/6/2019).

Baca Juga: Gelar Latihan Cope West 2019, TNI AU dan USAF Libatkan 13 Pesawat Tempur

Ditambahkannya, ilmu dan pengetahuan baru ini diperoleh melalui diskusi, berbagi informasi serta pengalaman di antara personel TNI AU dan USAF selama kegiatan latma berlangsung, baik secara formal maupun nonformal.

“Setiap ilmu dan pengetahuan baru yang kami dapatkan, akan kami aplikasikan dalam tugas sehari-hari,” ujar Kapten Tek Ade Chrisanda.

Latihan bersama Cope West 2019 direncanakan berlangsung hingga 28 Juni 2019 mendatang dan melibatkan 13 pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dan sekitar 300 personel dari TNI AU dan Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF).

Teknisi pesawat dari TNI AU dan USAF berdiskusi saat disela-sela latihan Cope West 2019 di Lanud Sam Ratulangi, Manado. Foto: Istimewa
Teknisi pesawat dari TNI AU dan USAF berdiskusi saat disela-sela latihan Cope West 2019 di Lanud Sam Ratulangi, Manado. Foto: Istimewa

Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalitas personel, baik TNI AU maupun USAF dalam hal taktik dan strategi pelaksanaan operasi udara.

Selain itu, Cope West 2019 juga bertujuan untuk mempererat dan memperkokoh persahabatan yang telah terjalin lama antara kedua angkatan udara serta pada lingkup yang lebih luas antar negara Indonesia dan Amerika Serikat yang tahun ini juga diperingati 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-AS.

Reporter: Mulyono Sri Hutomo
Editor: 
Rajab Ritonga