Dankodiklatal Letjen TNI Marinir Nur Alamsyah Pimpin Upacara Pembukaan 100 Siswa Dikmata

Nasional1604 Dilihat

Surabaya, indomaritim.com – Komandan Kodiklatal (Dankodiklatal) Letjen TNI Marinir Nur Alamsyah memimpin Upacara Pembukaan 100 Siswa Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI Angkatan Laut (TNI AL) Angkatan 44 Satdik-2 Kodiklatal Makassar, di Lapangan Apel Mako Satdik-2 Kodiklatal Jl. Perintis Kemerdekaan KM. 17 Kota Makassar, Senin (18/3/2024).

Adapun Satdik-2 Makassar yang mendidik 100 siswa ini di antaranya berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT): 47 orang (Kupang): 33 orang, Maumere: 6 orang, Mataram: 5 orang, Rote: 3 orang), Sulawesi Selatan: 39 orang (Makassar: 34 orang, Mamuju: 2 orang, Pal : 3 orang), Sulawesi Utara (Sulut): 9 orang (Manado) : 8 orang dan Melonguane: 1 orang, Kalimantan Utara (Kaltara) : 5 orang (Balikpapan): 1 orang dan Tarakan: 4 orang.

Dankodiklatal dalam amanatnya mengucapkan selamat atas keberhasilan para siswa melewati tahapan-tahapan seleksi dalam proses rekrutmen penerimaan calon siswa Dikmata yang penuh tantangan. Namun, dengan segala kemauan, kemampuan dan kesamaptaan jasmani yang prima, maka saudara dinyatakan lulus seleksi dan berhasil mengikuti pendidikan yang dibuka pada hari ini.

Menurut Dankodiklatal, Pendidikan Pertama Tamtama TNI AL bertujuan untuk mendidik dan membekali calon Tamtama TNI AL yang berjiwa pejuang sapta marga, memiliki kesamaptaan jasmani sesuai dengan Binjas TNI yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar keprajuritan matra laut, sehingga diharapkan mampu melaksanakan tugas sebagai Tamtama TNI AL yang profesional, modern dan tangguh.

“Pendidikan ini akan dilaksanakan selama enam bulan yang terbagi dalam tiga tahap, pendidikan dasar keprajuritan tiga bulan, pendidikan dasar golongan satu bulan dan pendidikan dasar golongan lanjutan selama dua bulan”, jelasnya.

Letjen Marinir Nur Alamsyah mengatakan bahwa, tahap dasar keprajuritan akan dibina fisik dan mental secara intensif dan sistematis dengan tidak memandang waktu baik siang maupun malam, hal yang dimaksud untuk menyiapkan saudara yang semula berasal dari masyarakat sipil menjadi seorang prajurit matra laut yang tanggap, tanggon dan trengginas.

Selain itu, menurutnya bahwa dalam rangka mewujudkan kedaulatan negara di laut, TNI AL perlu memusatkan perhatian dan konsentrasi di pulau-pulau terdepan dan wilayah perbatasan guna mencegah segala bentuk ancaman, TNI AL harus proaktif dengan membangun kekuatan tempur secara optimal, untuk mencapai kesiapan operasional yang tinggi kapanpun negara memanggil. (RZ).

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar