Bullying Tak Hentikan Langkah Muhammad Abdul Fattah Menuju Juara Karate

Berita, Olahraga143 Dilihat

Jakarta, Indomaritim.com – Prestasi gemilang tidak selalu lahir dari kemudahan, seringkali ia muncul sebagai bentuk pembuktian atas luka masa lalu. Itulah yang dibuktikan oleh Muhammad Abdul Fattah, siswa berusia 13 tahun dari SMP Negeri 150 Jakarta Timur, yang kini sukses menorehkan prestasi di bidang olahraga Karate.

Siapa sangka, perjalanan Fattah di dunia bela diri bermula dari pengalaman pahit sebagai korban perundungan (bullying). Atas saran psikolognya untuk mulai aktif berolahraga demi kesehatan fisik dan mental, Fattah akhirnya menjatuhkan pilihannya pada Karate.

“Saya merupakan korban bullying. Setelah bertemu dengan psikolog, ia menyarankan untuk mengikuti kegiatan olahraga,” ujar Fattah usai ajang kejuaraan karate Kelas Kumite Pemula 40 kg di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Sabtu (18/04/26).

Keputusan itu menjadi titik balik hidupnya. Di bawah bimbingan Sensei Andi Koto dan Sensei Pudji, Fattah bertransformasi dari seorang anak yang rentan menjadi petarung yang tangguh di atas matras. Ia juga meyakini bahwa kedisiplinan di atas segalanya jika mau berhasil.

Bagi Fattah, kunci kesuksesan adalah manajemen waktu yang ketat. Di tengah kesibukannya sebagai pelajar, ia tetap mengutamakan pendidikan tanpa mengesampingkan hobi yang kini menjadi prestasinya.

“Pagi hari saya harus fokus belajar dan menuntaskan tugas sekolah atau PR. Malamnya saya mengasah teknik dan fisik di tempat latihan,” tuturnya.

Menjelang ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas), Fattah menambah porsi latihan hingga 4-5 kali dalam seminggu. “Nilai karate yang paling berpengaruh dalam hidup saya adalah kedisiplinan terhadap waktu,” pungkasnya.

Kedisiplinan ini ia terapkan secara konsisten baik di rumah maupun di lingkungan sekolah. Di sisi lain, ia juga meyakini setiap atlet pasti mengalami titik lelah, namun Fattah memiliki “mantra” tersendiri saat menghadapi lawan tangguh atau rasa jenuh saat latihan.

Alih-alih menyerah, ia selalu menanamkan tanggung jawab moral dalam benaknya. “Saya harus bisa memberikan yang terbaik kepada orang tua, sensei, dan para pelatih,” ucap Fattah yang tergabung di Akademi Seni karate Indonesia (ASKI) ini.

Meski telah meraih berbagai pencapaian, Fattah tidak lantas berpuas diri. Target besarnya sangat jelas yaitu menjadi atlet nasional yang bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Kepada teman-teman sebayanya yang ingin mengikuti jejaknya, Fattah menitipkan pesan singkat namun penuh makna. “Tetap fokus pada tujuanmu dan kejarlah mimpimu,” pesan dia.

Kisah Fattah adalah pengingat bahwa masa lalu yang kelam bisa diubah menjadi masa depan yang cerah dengan ketekunan, dukungan yang tepat, dan semangat yang tidak pernah padam. (As)

Adv Banner

Komentar