Ambon, indomaritim.com – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Ambon memastikan layanan transportasi laut bagi masyarakat tetap berjalan normal setelah KM Sabuk Nusantara (Sanus) 106 menjalani pemeriksaan pascainsiden di Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah.
Kepala PT Pelni Cabang Ambon Ridwan Mandaliku mengatakan kapal tersebut telah melalui pemeriksaan bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), termasuk uji coba berlayar (sea trial), dan dinyatakan layak beroperasi kembali.
“Berdasarkan hasil koordinasi dengan KSOP, kapal telah dilakukan pemeriksaan mesin serta uji coba berlayar dan dinyatakan siap beroperasi kembali,” ujar dia di Ambon, Rabu (29/4).
Ia menegaskan keberlanjutan operasional kapal penting untuk menjaga konektivitas antarwilayah kepulauan, khususnya dalam mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi kebutuhan pokok di daerah.
KM Sabuk Nusantara 106 merupakan kapal penugasan pemerintah yang melayani rute Ambon, Banda, Geser, dan Amahai, serta mengangkut berbagai kebutuhan penting masyarakat seperti bahan pangan dan material pembangunan.
“Seluruh rute tetap berjalan normal sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” katanya.
Pelni bersama KSOP juga terus melakukan evaluasi dan investigasi terkait penyebab insiden sebagai bagian dari upaya peningkatan keselamatan pelayaran.
Ridwan menambahkan pihaknya telah berkomunikasi dengan warga terdampak dan berkomitmen untuk mengganti seluruh kerugian yang ditimbulkan.
“Kami memastikan seluruh kerugian warga akan diganti dan pelayanan tetap berjalan dengan memperhatikan aspek keselamatan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Pelni berkomitmen terus menjaga standar operasional dan keselamatan pelayaran guna mendukung layanan transportasi laut yang andal bagi masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan.
Insiden tersebut terjadi saat KM Sabuk Nusantara 106 menabrak rumah warga di Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (28/4) sekitar pukul 09.45 WIT ketika kapal hendak bersandar di pelabuhan usai berlayar dari Amahai, Pulau Seram.
Berdasarkan keterangan kepolisian, dugaan sementara insiden dipicu gangguan pada mesin kapal, khususnya sistem pengendali throttle mesin kanan. (Ant)















Komentar