DEKOPIN Ungkap Efek Psikologis Program MBG

Berita, Politik49 Dilihat

Jakarta, indomaritim.com – Ketua Harian Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN), Priskhianto, memberikan pandangannya terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menekankan bahwa masyarakat tidak boleh hanya melihat program tersebut dari sudut pandang sebagai “Program Presiden Prabowo” semata, melainkan harus melihat luasnya manfaat yang dihasilkan.

Priskhianto menjelaskan bahwa pertama, program ini memiliki manfaat besar bagi para siswa yang menerima, di mana selain manfaat fisik, terdapat manfaat secara psikologis bagi anak-anak penerima manfaat yang merasa gembira bisa merasakan makanan sehat dan berkualitas yang disediakan pemerintah sesuai standar gizi empat sehat lima sempurna.

Kedua, program ini mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang luas, mengingat satu dapur dapat mempekerjakan lebih dari 50 orang yang dibayar setiap hari sehingga mereka dapat menghidupi keluarganya dari hasil kerja tersebut.

Lebih lanjut, poin ketiga yang ditekankan adalah terciptanya rantai bisnis dan ekonomi karena bahan baku makanan didapat dari hasil produksi ekonomi rakyat. Hal ini mencakup produk pertanian seperti beras, produk perkebunan seperti cabai, bawang, dan sayur-sayuran, produk peternakan seperti telur, ayam, daging sapi atau kerbau, serta susu. Produk makanan olahan tersebut dapat digerakkan melalui gerakan KOPERASI yang juga merupakan program pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Keempat, Priskhianto menilai beban APBN pemerintah sangat terbantu oleh para penyedia yang bersedia membangun dapur-dapur MBG terlebih dahulu. Pemerintah kemudian membayar sewa kepada penyedia dapur tersebut yang mencakup sewa dapur, operasional, dan proses pembuatan makanan sampai kepada penerima manfaat.

Dengan skema ini, pemerintah tidak perlu membangun dapur sendiri yang biayanya sangat besar, bisa mencapai Rp2,5 miliar per dapur, yang jika dilakukan sekaligus akan sangat membebani APBN.

Terakhir, pemerintah hanya melaksanakan fungsi monitoring dan evaluasi saja sehingga dapat menghemat waktu dalam realisasi programnya.

Priskhianto pun mengajak seluruh pihak untuk mendukung Program MBG bukan sekadar sebagai “Program Presiden Prabowo”, tetapi menjadi “Program Pemerataan Ekonomi Rakyat” untuk dapat dinikmati oleh rakyat, dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. (As)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar