Munjirin Ajak Warga Jakarta Timur Jadikan Pilah Sampah Sebagai Budaya

Berita, Daerah54 Dilihat

Jakarta, indomaritim.com – Persoalan sampah saat ini bukan lagi sekadar kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, melainkan menjadi tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, saat menghadiri Launching Gerakan Sampah Pilah dari Sumbernya di RPTRA Pulo Indah, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Deklarasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) serta penyerahan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Munjirin mengapresiasi langkah konkret Kecamatan Cakung yang menggelar deklarasi pemilahan sampah secara serentak di seluruh kelurahan se-Kecamatan Cakung. Menurutnya, gerakan tersebut menjadi simbol penting bahwa perubahan besar dalam pengelolaan lingkungan dimulai dari rumah tangga.

“Jakarta, khususnya Jakarta Timur, memproduksi sekitar 2.400 ton sampah setiap harinya. Jika kita tidak bergerak sekarang, maka warisan yang kita tinggalkan kepada anak cucu hanyalah tumpukan masalah lingkungan,” ujar Munjirin.

Ia menegaskan, gerakan pemilahan sampah tersebut sejalan dengan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber. Dalam kebijakan tersebut, seluruh warga DKI Jakarta diwajibkan melakukan pemilahan dan pengolahan sampah sejak dari sumbernya, mulai dari sampah organik, anorganik, B3, hingga residu.

Menurutnya, pemilahan sampah menjadi langkah penting dalam mengurangi beban sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang sekaligus membuka peluang pemanfaatan sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi.

“Pemilahan dan pengolahan sampah adalah kunci keberhasilan pengelolaan lingkungan. Sampah bukan lagi sesuatu yang harus dibuang, tetapi dapat diolah kembali dan memiliki nilai ekonomi,” tambahnya.

Munjirin berharap semangat masyarakat dalam memilah sampah tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan menjadi budaya baru dalam kehidupan sehari-hari guna menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Kota Administrasi Jakarta Timur, Essie Feransie Munjirin, para Asisten Kota Administrasi Jakarta Timur, Camat Cakung Rohmad, para lurah se-Kecamatan Cakung, tokoh agama, tokoh masyarakat, Ketua RT/RW, kader PKK, LMK, Dasawisma, serta Staf Khusus Gubernur Provinsi DKI Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Kota, Nirwono Yoga. (Hes)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar