Menlu Iran Akui Ada Ranjau di Selat Hormuz

Internasional129 Dilihat

Teheran, indomaritim.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengakui keberadaan ranjau di Selat Hormuz dan mengatakan hal itu menjadi alasan mengapa kapal-kapal yang ingin melewati Hormuz harus berkoordinasi dengan Teheran.

“Kapal-kapal yang ingin melewati Selat Hormuz jelas harus berkoordinasi dengan militer kami, karena adanya ranjau dan rintangan yang ada. Kami akan membimbing mereka, seperti yang telah kami lakukan dengan sejumlah kapal India. Navigasi yang aman adalah kebijakan kami,” kata Araghchi dalam konferensi pers seperti dikutip Antara.

Sebelumnya dilaporkan sebanyak 30 kapal telah melintas di Selat Hormuz sejak Rabu malam (13/5) di bawah pengawasan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran.

Data dari platform pelacakan kapal Marine Traffic menunjukkan sedikitnya empat kapal yang terkait dengan China melintasi selat tersebut dalam 24 jam terakhir melalui koridor pelayaran “aman” milik Iran.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur maritim paling penting di dunia untuk pengiriman minyak dan gas. Selat itu praktis tertutup bagi sebagian besar kapal sejak dimulainya serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu. Akibatnya, arus pengiriman sumber energi dan kargo global menjadi terganggu.

Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Namun, perundingan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan jangka panjang.

Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump tanpa batas waktu yang ditetapkan. (RR)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar