Teheran, indomaritim.com – Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyebut lebih dari 30 kapal telah melintasi Selat Hormuz dalam waktu 24 jam terakhir.
“Selama 24 jam terakhir, 31 kapal, termasuk tanker minyak, kapal kontainer, dan kapal dagang lainnya, telah melintasi Selat Hormuz di bawah koordinasi dan pengamanan angkatan laut IRGC,” menurut pernyataan IRGC seperti dikutip stasiun televisi IRIB pada Kamis (21/5) seperti dikutip Antara.
Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, sejak 28 Februari, sehingga menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil.
Iran pun membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah. Washington dan Teheran juga telah mengumumkan gencatan senjata dan dilanjutkan perundingan di Islamabad yang tanpa hasil.
Presiden AS Donald Trump lalu memperpanjang gencatan senjata itu guna memberi waktu bagi Iran untuk mengajukan “proposal terpadu”.
Eskalasi ketegangan di sekitar Iran telah menyebabkan blokade de facto di Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama untuk pasokan minyak dan gas alam cair dari Teluk Persia ke pasar global. Blokade tersebut juga berdampak terhadap ekspor dan produksi minyak.
Akibat blokade tersebut, sebagian besar negara di dunia mengalami kenaikan harga bahan bakar dan produk industri.











Komentar