Bontang, Kaltim, indomaritim.com – Pemerintah Kota Bontang, Kalimantan Timur menawarkan kepada investor untuk proyek vila terapung di laut, sebagai pengembangan dari Vila Bontang Kuala yang sudah ada, guna membidik wisatawan nasional hingga wisatawan ekspatriat Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurut Antara, langkah itu diambil untuk memperkuat hilirisasi pariwisata, karena Bontang tidak ingin melulu bertumpu pada sektor industri pengolahan yang selama ini menjadi mesin utama ekonomi.
“Pemkot Bontang kini tancap gas mendorong investasi berbasis pengalaman dan daya tarik kawasan. Salah satunya pengembangan vila laut,” ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang Muhammad Aspian Nur di Bontang, Minggu.
Vila Bontang Kuala, katanya, merupakan konsep penginapan eksklusif yang memadukan pesona hunian di atas air dengan fasilitas bertaraf internasional. Proyek boutique resort terapung ini pun resmi ditawarkan kepada para investor nasional.
Kawasan Bontang Kuala, lanjut ia, telah lama dikenal sebagai salah satu ikon wisata pesisir paling kesohor di Provinsi Kaltim, dengan daya tarik uniknya berupa deretan bangunan yang seluruhnya berdiri di atas laut, lengkap dengan jalur pejalan kaki dari kayu ulin yang membentang eksotis, seolah menjadi jembatan panjang.
Namun, demi menangkap peluang pasar wisatawan kelas menengah ke atas serta para ekspatriat terutama ekspatriat IKN, pembangunan infrastruktur penginapan premium dinilai sudah menjadi kebutuhan yang mendesak.
“Proyek ini tidak hanya menyuguhkan kamar premium dengan panorama laut lepas dan rimbunnya hutan mangrove, tetapi juga mengintegrasikan sentra kuliner hidangan laut khas pesisir serta pusat kebudayaan lokal. Konsepnya adalah vila berwawasan lingkungan,” ujarnya.
Pemkot, katanya lagi, tidak ingin mengubah identitas asli kawasan Bontang Kuala, justru investasi vila ini bertujuan untuk mengemas pesona penginapan atas air dan budaya bahari menjadi paket pariwisata premium yang memiliki daya saing nasional hingga global, karena keunikannya.
Bagi para penanam modal, proyek Vila Bontang Kuala ini dinilai sebagai peluang bisnis yang menggiurkan. Terlebih arus kunjungan ke Kaltim diproyeksi terus naik seiring masifnya pembangunan dan pemindahan aktivitas pemerintahan di IKN.
“Iklim investasi Bontang sehat dan kondusif. Bahkan berbagai kemudahan disiapkan, mulai pendampingan perizinan terpadu (OSS) cepat, kepastian hukum, hingga skema insentif bagi penanam modal yang berkomitmen menyerap tenaga kerja lokal,” ujar Aspian Nur. (RR)













Komentar