KRI Bima Suci Berlabuh di Pelabuhan Nagasaki, Jepang

Nasional256 Dilihat

Jakarta, indomaritim.com – Kapal layar tiang tinggi, KRI Bima Suci berlabuh di Dejima Pier, Nagasaki, Jepang, dan menjadi momentum strategis untuk memperkuat diplomasi maritim kedua negara.

“Kehadiran KRI Bima Suci ke Jepang ini merupakan momentum strategis untuk memperkuat diplomasi maritim, mempererat hubungan antar-masyarakat, serta menjadi simbol persahabatan yang kuat antara angkatan laut kedua negara,” kata Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Nurmala Kartini Sjahrir dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.

Dikutip dari Antara, Dubes Kartini menyampaikan kehadiran KRI Bima Suci merupakan bagian dari misi Muhibah Diplomasi Duta Bangsa dan Latihan Praktik Kartika Jala Krida (Lattek KJK) 2026.

Kapal yang berlabuh pada 18-21 Juni itu tidak hanya menjadi kunjungan muhibah (goodwill visit), tetapi juga merefleksikan hubungan kerja sama dan persahabatan kuat antara Indonesia dan Jepang yang hampir berusia 70 tahun.

Dalam mengemban misi diplomasi maritim Indonesia, tambah Kartini, kehadiran KRI Bima Suci juga bertujuan mempererat upaya-upaya untuk membangun kepercayaan serta kerja sama di bidang maritim antara Indonesia dan Jepang.

“Diplomasi maritim Indonesia-Jepang memiliki peran sangat krusial bagi hubungan kedua negara, sebagaimana hasil pembicaraan Presiden Prabowo Subianto dengan PM Sanae Takaichi dalam kunjungan Presiden RI ke Jepang pada 29-31 Maret 2026 lalu,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Komandan KRI Bima Suci Letkol Laut (P) Sugeng Hariyanto menyebut rentetan kunjungan internasional tersebut memiliki peran vital bagi masa depan prajurit matra laut.

“Kunjungan ke Nagasaki ini jadi bagian penting untuk mempererat persahabatan antarnegara sekaligus memberi pengalaman internasional yang berharga buat para taruna AAL sebagai calon pemimpin masa depan TNI AL,” kata Sugeng.

Sementara itu, Rear Admiral Ogawa Kunio dari Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) dalam sambutannya menyampaikan bahwa Indonesia dan Jepang memiliki kesamaan terkait geografi kedua negara sebagai negara kepulauan.

Dia menekankan kerja sama maritim menjadi keharusan bagi kedua negara, khususnya di tengah tantangan saat ini terkait geopolitik dunia dan kawasan.

Ogawa Kunio menilai kehadiran KRI Bima Suci menunjukkan kedekatan hubungan dan kerja sama kedua negara yang diharapkan dapat terus ditingkatkan di masa mendatang.

Sebelum merapat ke Jepang, kapal latih yang membawa 77 taruna angkatan ke-73 AAL dari korps teknik, elektro, dan suplai itu telah mengelilingi Shanghai, China, dan Busan, Korea Selatan, hingga menyelesaikan etape ketujuh di Pelabuhan Vladivostok, Rusia, pada pertengahan Juni lalu.

Setelah dari Jepang, KRI Bima Suci melanjutkan pelayaran menuju etape berikutnya di Manila, Filipina, yang dijadwalkan tiba dan bersandar pada 2 Juli 2026.

Di Filipina, KRI Bima Suci akan melakukan berbagai kegiatan diplomasi, pendidikan, dan budaya sebagai bagian dari pelayaran Muhibah Diplomasi Duta Bangsa Satlat Kartika Jala Krida (KJK) 2026. (Edo)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar