Istanbul, indomaritim.com – Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menegaskan bahwa Selat Hormuz bukan merupakan panggung bagi kekuatan militer negara-negara asing, sekaligus memperingatkan agar tidak ada aktivitas militer apa pun di jalur perairan tersebut.
“Selat Hormuz bukanlah panggung bagi kekuatan-kekuatan di luar kawasan untuk memamerkan kekuatan militer. Sebagai kekuatan yang bertanggung jawab dan penjamin keamanan di selat tersebut, Iran memperingatkan agar tidak ada aktivitas militer apa pun di jalur perairan yang sensitif ini,” kata Gharibabadi di platform X.
Menurut Antara, pernyataan itu disampaikan bersamaan dengan unggahan Gharibabadi yang mengutip pernyataan bersama Inggris dan Prancis soal Selat Hormuz.
Dalam pernyataan itu, Inggris dan Prancis menyatakan mereka siap mengerahkan Misi Militer Multinasional yang lebih luas untuk mendukung kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
Menanggapi hal itu, Gharibabadi mengatakan keamanan Selat Hormuz berada di tangan negara-negara pesisir.
“Mereka yang menciptakan krisis akan bertanggung jawab atas konsekuensi dari tindakan nekat mereka. Ini adalah peringatan serius,” tegasnya.
Sementara itu, nota kesepahaman antara Iran dan AS yang dimediasi Pakistan mulai berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Kesepakatan itu menjadi kerangka kerja untuk mengakhiri konflik dan menyelesaikan berbagai persoalan yang masih menjadi sengketa antara Iran dan AS melalui perundingan.
Kesepahaman itu meliputi penghentian permusuhan, pelonggaran sanksi, isu nuklir, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta pengaturan keamanan kawasan yang lebih luas. (RR)











Komentar