Mantan Menhan Prof Purnomo Yusgiantoro Dianugerahi Profesor Emiritus ITB

Nasional, Pendidikan182 Dilihat

Bandung, indomaritim.com – Mantan Menteri Pertahanan RI yang juga Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL), Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.Sc., M.A., Ph.D., IPU memperoleh gelar profesor emirius pada Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB), Jumat (3/7/2026).

Pada kesempatan itu, Prof. Purnomo yang juga dan Menteri Pertambangan dan Energi, dan sekarang menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Energi menyampaikan orasi ilmiah berjudul ”Rekam Jejak dari Monodisiplin Ilmu ke Transdisiplin Ilmu” di hadapan civitas academika ITB dan para kolega Prof. Purnomo.

Surat Keputusan pengangkatan sebagai Profesor Emiritus diserahkan oleh Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara bersama Dekan FTTP ITB, Prof. Dr. Eng. Ir. Syafrizal, S.T., M.T., IPM yang berlangsung di Aula Barat Kampus ITB, Bandung.

Sejak lulus dari program S-1 teknik pertambangan dan perminyakan ITB, Prof. Purnomo baru memiliki satu bidang ilm (monodisiplin) sebagai bekal bekerja di bidang perminyakan. Dia kemudian memperdalam ilmunya dalam dua bidang magister yakni teknik perminyakan, dan ekonomi di Amerika Serikat.

Dengan latar dua gelar magister yang disandang, Purnomo mendapat landasan yang kuat untuk memahami sektor energi,  tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari perpektif ekonomi dan kebijakan publik. Inilah yang dikembangkannya sehingga memiliki pemahaman multidisiplin ilmu.

Tidak cukup di tingkat magister, selanjutnya Prof. Purnomo melangkah jenjang doktoral,  meraih gelar doktor di bidang ekonomi mineral,  sehingga lebih menguatkan pemahaman dalam bidang multidisiplin dalam menjembatani ilmu geologi, teknik pertambangan dan energi serta ekonomi.

Pendekatan multidisiplin itulah yang membentuk cara pandang yang komprehensif saat Purnomo bekerja sebagai ilmuwan, maupun sebagai birokrat di pemerintahan.

Purnomo kemudian mengikuti pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) yang memberikan pemahaman transdisiplin. Pemahaman itu digunakan sebagai landasan mencari solusi pada berbagai masalah yang kompreks dan strategis saat memangku jabatan sebagai Sekjen dan Presiden OPEC, Menteri Pertambangan dan Energi, Menteri Pertahanan.

Hadir dalam prosesi penganugerahan gelar profesor emeritus itu antara lain Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, Ibu Negara 1999-2001 Sinta Nuriyah Wahid, pemilik Bayan Resources, Dr. Dato’ Dr. Low Tuck Kwong.

Pemberitan anugerah Profesor Emiritus merupakan acara akademik yang diselenggarakan sebagai bentuk penghargaan tertinggi institusi kepada seorang profesor purnatugas yang telah menunjukkan prestasi, keteladanan, dan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. (RR)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar