Normalisasi Sungai Code sebagai Langkah Awal Menata Bantaran

Daerah138 Dilihat

Yogyakarta, indomaritim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta gencar melakukan normalisasi aliran Sungai Code, sebagai langkah awal rencana penataan kawasan bantaran sungai agar lebih nyaman dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Normalisasi Sungai Code tidak hanya bertujuan mengatasi pendangkalan sungai, tetapi menjadi langkah awal menata bantaran sungai menjadi ruang yang bersih, hijau, sehat, sekaligus produktif bagi masyarakat,” kata Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo di Yogyakarta, Jumat seperti dikutip Antara.

Menurut dia, progres normalisasi atau pembersihan sedimentasi Sungai Code yang melintas di Yogyakarta hingga saat ini telah mencapai sekitar 80 persen, atau dari kawasan Terban Madani hingga belakang Hotel Tentrem.

“Sekarang sudah hampir sampai batas Kabupaten Sleman. Saat ini dilakukan pembersihan  sungai yang kotor sekaligus memperdalam aliran sungai, karena kemarin penuh dengan sampah dan terjadi pendangkalan,” katanya.

Menurut dia, setelah pengerukan selesai, perhatian pemerintah akan diarahkan pada penataan kawasan bantaran agar tidak kembali dipenuhi aktivitas yang mengganggu fungsi sungai.

Sejauh ini kandang-kandang ayam yang sebelumnya berada di bantaran sungai kini telah dibersihkan dan berharap kondisi tersebut tidak terulang.

“Yang penting jangan kambuh lagi. Jangan nanti dipakai lagi untuk kandang ayam atau tempat menumpuk sampah. Kalau sungainya sudah dibersihkan, lingkungannya juga harus ikut dijaga,” katanya.

Wali Kota Yogyakarta mengatakan, mengusulkan agar warga bersama pemerintah wilayah menghidupkan kembali kawasan bantaran melalui gerakan penghijauan dan lomba kebersihan lingkungan.

“Harapannya penuh bunga, pergolanya hidup, masyarakat ikut merawat. Nanti bisa dibuat lomba kebersihan taman antar-RT dan RW. Kalau warganya bergerak bersama, kawasan sungai akan berubah menjadi tempat yang indah,” katanya.

Bahkan, kata Hasto, harapannya kawasan Sungai Code selain indah juga memiliki ekonomi, sehingga pihaknya mengusulkan penanaman bunga air mata pengantin yang menjadi sumber pakan lebah lingseng penghasil madu.

“Kalau bunga itu ditanam lebih banyak, selain mempercantik kawasan, lebah lingseng bisa menghasilkan madu. Sungainya bersih, bunganya indah, masyarakat juga bisa memperoleh manfaat ekonomi,” katanya. (Edo)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar