Tanjung Selor, indomaritim.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tarakan melalui Stasiun Meteorologi Juwata mengeluarkan peringatan dini tinggi gelombang di perairan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang berpeluang capai 1,25-2,5 meter.
“Tinggi gelombang 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi perairan Tanjung Selor, perairan Tarakan dan Perairan Nunukan-Sebatik,” ujar Prakirawan Stasiun Meteorologi Juwata, Muhammad Reza Saputra, di Tarakan, Rabu seperti dikutip Antara.
Tinggi gelombang tersebut, katanya lagi, berpeluang terjadi sejak 9-11 Juli pukul 08.00 WITA. Dia menjelaskan, kondisi gambaran umum atau sinoptik pola angin di wilayah perairan Kaltara umumnya bergerak dari barat hingga selatan dengan kecepatan berkisar 06-25 knot.
“Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan Tanjung Selor,” katanya.
Lebih lanjut dijelaskan, apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter, maka berisiko terhadap keselamatan pelayaran bagi nelayan.
“Apabila kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter, maka berisiko terhadap keselamatan pelayaran kapal tongkang,” katanya lagi.
Dengan berpeluangnya tinggi gelombang di perairan Kaltara mencapai 2,5 meter dan kecepatan mencapai 25 knot, Kepala BMKG Tarakan M Sulam Khilmi mengimbau bagi masyarakat Kaltara yang beraktivitas di perairan Kaltara untuk berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan.
“Kami mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tinggi gelombang yang bisa mencapai 2,5 meter dan selalu berhati-hati jika beraktivitas di perairan. Jangan lupa kelengkapan alat-alat keselamatan,” ujarnya pula.
Diketahui, masyarakat Kaltara mengandalkan transportasi laut dan sungai dalam aktivitas keseharian bepergian antarpulau, baik itu menggunakan kapal laut atau speedboat sebagai moda transportasi utama yang sentra utamanya di Kota Tarakan. (Edo)












Komentar