Istanbul, indomaritim.com – Iran mengancam akan menutup sepenuhnya Selat Hormuz jika terjadi serangan baru terhadap wilayahnya, di tengah kembali meningkatnya eskalasi dengan AS.
“Selat Hormuz akan ditutup sepenuhnya untuk semua lalu lintas maritim jika terjadi serangan apa pun terhadap Iran,” kata seorang sumber keamanan yang mengetahui informasi tersebut kepada Press TV, Rabu (8/7) seperti dikutip dari Antara.
Sumber tersebut menambahkan bahwa Iran juga akan menyerang “target musuh dengan rasio setidaknya dua banding satu”—artinya untuk setiap target Iran yang terdampak serangan, setidaknya dua target musuh akan diserang sebagai balasan.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa AS “mungkin” akan kembali menyerang Iran pada Rabu malam, menyusul serangan AS pada Selasa (7/7) sebagai balasan atas serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz.
Trump juga mengatakan bahwa nota kesepahaman yang ditandatangani bulan lalu dengan Iran untuk mengakhiri konflik telah “berakhir.”
“Ancaman apa pun akan direspons dengan tegas. Iran tidak membedakan antara antara Amerika Serikat dan mitranya di kawasan ini,” kata sumber tersebut.
Sumber keamanan itu juga menegaskan bahwa Teheran tidak akan berhenti mengelola Selat Hormuz, dan “siap untuk berjuang mempertahankan kendali atas jalur perairan strategis tersebut.”
“Nota kesepahaman yang ditandatangani mengenai masalah ini dengan jelas menyatakan bahwa Iran akan membuka kembali selat tersebut sesuai dengan pengaturannya sendiri. Oleh karena itu, Iran tidak akan mengizinkan pembentukan rute baru di luar kerangka pengaturannya sendiri,” kata sumber tersebut.
Pada Rabu pagi, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengatakan bahwa mereka telah meluncurkan serangan rudal dan drone yang menargetkan 85 lokasi militer AS di Timur Tengah, termasuk Pelabuhan Salman dan markas besar Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain, dan Pangkalan Udara Ali Al-Salem di Kuwait.
Serangan tersebut terjadi setelah Komando Pusat militer AS mengatakan telah melakukan serangan terbaru terhadap Iran, yang menghantam lebih dari 80 target sebagai tanggapan atas serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. (Dul)













Komentar