Bengkulu, indomaritim.com – Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) memantau implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Upaya Penanganan Keadaan Tertentu untuk Normalisasi Alur Pelayaran Pelabuhan Pulau Baai, transportasi dan logistik, serta percepatan pembangunan pulau terluar, Pulau Enggano.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas pemantauan implementasi Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2025,” kata Analis Kebijakan Ahli Madya Sekretariat Dukungan Kabinet Deputi Bidang Pangan, Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Kementerian Sekretariat Negara Susilo Yanuardi di Bengkulu, Kamis.
Pemantauan dilakukan secara langsung untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai pelaksanaan Instruksi Presiden tersebut dengan mendengarkan secara langsung dari para pemangku kepentingan, baik dari unsur pemerintah maupun badan usaha milik negara (BUMN).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas Kementerian Sekretariat Negara untuk memantau implementasi Inpres Nomor 12 Tahun 2025 di Pelabuhan Pulau Baai.
Pada pemantauan yang telah digelar pada Rabu 8 Juli 2026 itu, tim menghimpun informasi mengenai capaian implementasi Inpres Nomor 12 Tahun 2025 beserta berbagai tindak lanjut yang telah dilaksanakan oleh para pemangku kepentingan, termasuk PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan Pelindo Regional 2 Bengkulu.
Tim pemantau juga meninjau langsung area sand trap (jebakan pasir di pintu alur) dan hasil pengerukan yang dimanfaatkan untuk penanganan abrasi pantai sesuai arahan dalam Inpres.
Pemantauan difokuskan pada progres pengerukan dan normalisasi alur pelayaran, kesiapan sarana dan prasarana pelabuhan, kelancaran distribusi logistik dan kebutuhan pokok masyarakat, serta efektivitas koordinasi antar instansi dalam pelaksanaan Inpres tersebut.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan kebijakan presiden untuk memastikan implementasi Inpres Nomor 12 Tahun 2025 berjalan sesuai target, sekaligus memperkuat akses transportasi, konektivitas Pelabuhan Pulau Baai, dan percepatan pembangunan di Pulau Enggano.
Hasil pemantauan selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi dan pelaporan kepada Presiden Republik Indonesia sebagai dasar pengambilan langkah lanjutan, termasuk percepatan penyelesaian target penanganan keadaan tertentu maupun pengembangan Pelabuhan Pulau Baai secara berkelanjutan.
Sebagai pengelola operasional Pelabuhan Pulau Baai, Pelindo Regional 2 Bengkulu memberikan gambaran mengenai kondisi terkini alur pelayaran, fasilitas sandar, serta kesiapan operasional pelabuhan setelah pelaksanaan normalisasi sehingga pelayanan kapal kembali berjalan normal.
Kedalaman alur terkini telah mencapai 6,5 meter LWS dan akan ditingkatkan menjadi 12 meter LWS melalui proyek yang sedang memasuki proses tender sesuai Instruksi Presiden Prabowo. (Edo)












Komentar