Palangka Raya, indomaritim.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), mematangkan rencana kerja sama pengelolaan dan pemanfaatan kapal susur sungai sebagai upaya memperkuat pengembangan pariwisata serta memperluas pemanfaatannya hingga daerah.
“Langkah ini sebagai tindak lanjut arahan Pak Gubernur Agustiar Sabran, untuk mengoptimalkan kapal susur sungai yang tak hanya berfokus di ibu kota provinsi, tetapi juga kabupaten,” katanya Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudpar Kalimantan Tengah Adi Soeseno di Palangka Raya, Jumat.
Dikutip dari Antara, Gubernur ingin pemanfaatan aset pemerintah provinsi lebih produktif terutama dalam mendukung peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) di tengah kondisi efisiensi anggaran saat ini.
Adi memaparkan pemerintah provinsi memiliki empat unit kapal susur sungai dan saat ini Disbudpar telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, seperti pemerintah kabupaten ataupun pihak ketiga untuk berkolaborasi mengoptimalkan pemanfaatan kapal susur sungai tersebut.
Saat ini skema kolaborasi pengelolaan kapal susur sungai ini masih dalam tahap pembahasan, hingga nantinya dapat diimplementasikan sesuai aturan serta memberi manfaat baik dari sisi pengembangan pariwisata maupun perekonomian.
“Salah satu kapal susur susur sungai rencananya dialokasikan mendukung kegiatan pariwisata di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting di Kotawaringin Barat,” kata Adi menjelaskan.
Taman Nasional Tanjung Puting diketahui merupakan salah satu destinasi wisata andalan di Kalimantan Tengah yang telah dikenal hingga mancanegara.
Disbudpar Kalimantan Tengah telah menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Kotawaringin Barat serta Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Susur Benua Pangkalan Bun.
Rapat koordinasi tersebut membahas mekanisme kerja sama, pengelolaan, pemanfaatan hingga pengoperasian kapal susur sungai, agar mampu memberikan pelayanan yang aman, nyaman serta berkualitas bagi wisatawan.
Adi mengatakan sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, organisasi masyarakat dan Pokdarwis menjadi faktor penting dalam mewujudkan pengelolaan wisata sungai yang berkelanjutan.
Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berharap wisata susur sungai dapat berkembang menjadi salah satu daya tarik unggulan Kalimantan Tengah, sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan destinasi wisata.(Dul)












Komentar