Selat Hormuz Tegang, Militer Iran Desak AS Patuhi Perjanjian

Istanbul, indomaritim.com – Militer Iran mendesak Amerika Serikat agar mematuhi perjanjian perdamaian yang diteken Teheran dan Washington pada Juni lalu di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz.

Juru bicara militer Iran Brigjen Mohammad Akraminia, kepada televisi nasional Iran IRIB pada Minggu, mengatakan bahwa intervensi AS untuk menciptakan apa yang ia sebut “rute ilegal” melintasi Selat Hormuz telah menimbulkan ketidakamanan di kawasan.

Menurut Antara, Akraminia  menekankan bahwa angkatan bersenjata Iran akan secara tegas mempertahankan hak-hak rakyat Iran di Selat Hormuz.

Akraminia juga menyampaikan bahwa militer Iran secara berkala memperbarui daftar sasaran tembaknya.

Pernyataan tersebut disampaikan disampaikan setelah Iran melancarkan serangan rudal dan drone terhadap pangkalan dan instalasi militer milik AS di sejumlah negara Teluk, sementara AS melancarkan babak ketiga serangan dengan mengincar instalasi radar, rudal, dan drone di Iran selatan.

Menurut Komando Pusat AS (CENTCOM), serangan yang mereka lakukan tersebut untuk membalas Iran karena telah menembaki kapal dagang di Selat Hormuz dan menutup jalur laut strategis tersebut hingga waktu tidak ditentukan, dengan satu orang dilaporkan hilang. (Edo)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar