Awas! Gelombang Sangat Tinggi di Selat Lombok

Tinggi gelombang mencapai sampai enam meter, kecepatan angin sampai 37 km perjam

Mataram, indomaritim.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi gelombang laut sangat tinggi yang mencapai empat hingga enam meter di bagian selatan Selat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Kami imbau masyarakat agar selalu waspada terutama bagi mereka yang beraktivitas di sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi,” kata Prakirawan Stasiun Meteorologi NTB Andre Jersey di Mataram, Selasa.

BMKG melaporkan angin permukaan di wilayah Nusa Tenggara Barat saat ini bertiup dengan variasi arah dominan dari timur hingga selatan dengan kecepatan angin maksimum mencapai 37 kilometer per jam.

Kecepatan angin yang meningkat berpotensi terjadi di Selat Lombok bagian utara dan selatan, perairan selatan Pulau Lombok, Selat Alas bagian selatan, perairan utara dan selatan Pulau Sumbawa, serta Samudra Hindia sebelah selatan NTB pada pagi hingga dini hari.

Gelombang sangat tinggi berbahaya bagi berbagai jenis kapal mulai dari perahu nelayan hingga kapal besar. Perahu nelayan berisiko jika kecepatan angin lebih dari 15 knot dan gelombang di atas 1,25 meter.

Adapun kapal tongkang berisiko jika gelombang laut di atas 1,5 meter, kapal ferry di atas 2,5 meter, dan kapal besar seperti kapal pesiar maupun kapal kargo berisiko jika gelombang laut di atas 4 meter.

BMKG menyebutkan ada empat daerah yang juga mengalami gelombang tinggi mencapai 2,5 sampai 4 meter, yakni Selat Alas bagian utara dan selatan, perairan selatan Sumbawa, dan Samudra Hindia sebelah selatan NTB.

Sedangkan daerah yang mengalami gelombang rendah hanya setinggi 0,5 sampai 1,25 meter adalah Selat Lombok bagian utara, perairan utara Sumbawa, Selat Sape bagian utara, dan Selat Sape bagian selatan.

“Kami prakirakan kondisi cuaca hari ini cerah hingga berawan. Temperatur udara 19 sampai 33 derajat Celcius dengan kelembapan udara 40 hingga 98 persen,” kata Andre. (Edo)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar