Inggris Gabung Pemulihan Gaza yang Dipimpin EU

Lifestyle132 Dilihat

London, indomaritim.com – Inggris akan menyediakan 10 juta poundsterling (Rp242 miliar) untuk mendukung pemulihan awal Gaza dan bergabung dengan inisiatif internasional baru Uni Eropa untuk mengoordinasikan bantuan guna mendorong kembali momentum rencana perdamaian Gaza 20 poin.

Dalam sebuah pernyataan pada Senin (13/7), Pemerintah Inggris menyebut bahwa pendanaan tersebut akan diberikan kepada Dana Horizon PBB untuk mendukung pendekatan yang dipimpin Palestina dan dikoordinasikan PBB untuk pemulihan awal.

Dikutip dari Antara, program itu akan berfokus pada air dan sanitasi, perawatan kesehatan, pendidikan, perumahan, pembersihan puing-puing, dan pengurangan risiko yang ditimbulkan oleh amunisi yang belum meledak.

Inggris juga akan bergabung dengan Inisiatif Tim Gaza yang dipimpin Uni Eropa, sebuah koalisi mitra Eropa dan internasional yang dirancang untuk memobilisasi dukungan politik, pendanaan, dan bantuan praktis untuk pemulihan Gaza. Inisiatif itu bertujuan untuk mendukung paket senilai 750 juta euro (Rp13 triliun).

Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper memperingatkan bahwa rencana tersebut berisiko “benar-benar gagal” kecuali pembatasan Israel terhadap bantuan kemanusiaan dan layanan penting segera dicabut dan dukungan internasional yang lebih besar dimobilisasi.

Menurut pemerintah, meski bantuan yang masuk ke Gaza telah meningkat sejak gencatan senjata, jumlahnya masih di bawah kebutuhan.

Disebutkan bahwa kekurangan pangan masih berlanjut, sekitar 1,7 juta orang tinggal di lokasi pengungsian yang penuh sesak, dan tidak ada rumah sakit yang berfungsi penuh di wilayah tersebut.

“Warga Palestina di Gaza perlu dapat membangun kembali kehidupan dan komunitas mereka. Namun, skala kehancurannya sangat dahsyat, dan laju dukungan meski semua janji yang dibuat dalam rencana perdamaian masih sangat lambat,” kata Cooper.

“Skala pembatasan Israel yang terus berlanjut terhadap bantuan kemanusiaan dan dukungan tempat tinggal dan perawatan kesehatan dasar sangat merusak dan tidak bermoral,” tambahnya.

Coopers juga dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Palestina Mohammad Mustafa untuk membahas dukungan bagi lembaga-lembaga Palestina, pemulihan awal Gaza, dan koordinasi internasional yang berkelanjutan.

Inggris mengatakan akan terus mendukung rekonstruksi yang dipimpin Palestina dan solusi dua negara bersamaan dengan upaya untuk memperkuat lembaga-lembaga Palestina dan memajukan rencana perdamaian.

Kamis lalu, Perdana Menteri Inggris yang akan dilantik, Andy Burnham, meminta maaf atas tanggapan awal Partai Buruh terhadap perang Israel di Gaza, dan berjanji akan mengambil pendekatan yang lebih tegas terhadap pemerintah Israel ketika dia menjadi perdana menteri.

Berbicara kepada The Guardian, Burnham mengakui kekhawatiran atas penanganan konflik Gaza oleh Partai Buruh dan mengatakan bahwa partai tersebut perlu “berbuat lebih baik.”

“Saya tahu banyak orang merasa bahwa pada awal aksi militer Israel di Gaza, partai saya tidak bertindak dengan benar, dan saya menyesalinya. Tanggapannya terlalu sering tidak cukup baik. Kita perlu berbuat lebih baik,” katanya kepada The Guardian.

Sejak gencatan senjata berlaku pada 10 Oktober 2025, tentara Israel telah membunuh setidaknya 1.098 warga Palestina dan melukai 3.535 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Tentara Israel telah membunuh lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 173.000 lainnya sejak Oktober 2023 dalam serangan mematikan yang telah menyebabkan kehancuran luas, memengaruhi sekitar 90 persen infrastruktur sipil. (Edo)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar