Tokyo, indomaritim.com – Semua tanker minyak mentah terkait Jepang, yang sebelumnya terjebak dalam ketegangan di Timur Tengah, telah berhasil melintasi Selat Hormuz dan meninggalkan Teluk Persia, kata seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut, Selasa.
Sementara itu, sumber tersebut menambahkan empat kapal lain terkait Jepang masih tertahan di teluk tersebut.
Data dari situs web pelacakan kapal global MarineTraffic dan sejumlah sumber lain menunjukkan bahwa tanker minyak tersebut, termasuk yang dioperasikan oleh Mitsui O.S.K. Lines Ltd., tampaknya telah melewati Selat Hormuz pada Selasa, dengan beberapa di antaranya menuju Jepang.
Ketegangan di Selat Hormuz, yang merupakan jalur pelayaran penting bagi pasokan minyak dan gas dunia, masih memanas.
Setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz pada Minggu (12/7), keesokan harinya Presiden AS Donald Trump mengatakan pihaknya akan melanjutkan blokade maritim terhadap Iran.
Trump menyebut AS harus mendapat kompensasi tarif sebesar 20 persen dari semua kargo karena pihaknya sudah bertindak sebagai “penjaga” jalur air tersebut.
Menteri Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang Yasushi Kaneko, pada konferensi pers di Tokyo, Selasa, mengatakan Jepang telah memprioritaskan navigasi yang bebas dan aman melalui Selat Hormuz.
“Kami menempatkan pemulihan navigasi yang bebas dan aman melalui Selat Hormuz sebagai prioritas utama dan memantau perkembangannya secara saksama dengan penuh perhatian,” kata Kaneko.
Kementerian Pertahanan Jepang menyebut kapal-kapal minyak tersebut ialah yang berbendera Jepang, berbendera asing dengan membawa warga negara Jepang dan dioperasikan oleh perusahaan pelayaran Jepang, maupun kapal pengangkut kargo Jepang untuk perekonomian ekonomi yang stabil bagi masyarakat Jepang. (RR)












Komentar