Wisata Selam di Pantai Mutiara Trenggalek, Dikembangkan

Trenggalek, indomaritim.com – Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengembangkan wisata selam di Pantai Mutiara, Kecamatan Watulimo, seiring membaiknya ekosistem terumbu karang hasil konservasi yang dilakukan masyarakat pesisir.

Wakil Bupati Trenggalek Syah Muhammad Natanegara meresmikan Mutiara Dive Center bersamaan dengan pembukaan Mutiara Under Water Festival and Conservation (MUF ON) IV Tahun 2026 di Pantai Mutiara, Trenggalek, Jawa Timur, Selasa.

Menurut Syah, pengembangan pusat wisata selam tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong konservasi laut yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Kami berharap masyarakat dan pengunjung bersama-sama menjaga Pantai Mutiara agar proses pemulihan ekosistem laut terus berjalan,” katanya.

Ia mengatakan hasil konservasi yang dilakukan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Rembeng Raya mulai menunjukkan hasil, ditandai dengan membaiknya kondisi terumbu karang dan kembali munculnya sejumlah jenis ikan endemik di kawasan tersebut.

Pemerintah daerah, lanjut dia, terus mendukung kegiatan konservasi melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, termasuk pelatihan dan penguatan kapasitas kelompok pengelola.

Ketua Pokmaswas Rembeng Raya Kacuk Wibisono mengatakan pertumbuhan terumbu karang di Pantai Mutiara mencapai rata-rata enam hingga tujuh sentimeter per tahun, lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan di sejumlah lokasi lain.

Ia menjelaskan keberadaan Mutiara Dive Center melengkapi kawasan wisata dengan menyediakan layanan menyelam dan snorkeling yang terintegrasi dengan rumah apung, warung apung, dan fasilitas pendukung lainnya.

Pada MUF ON tahun ini, Pokmaswas bersama para mitra juga menanam 10 unit bioreeftek dan tiga unit eco fish house sebagai bagian dari upaya memperluas kawasan konservasi bawah laut.

Menurut Kacuk, terumbu karang yang sehat menjadi habitat plankton dan ikan-ikan kecil sehingga menarik keberadaan ikan berukuran lebih besar, yang pada akhirnya meningkatkan hasil tangkapan nelayan sekaligus memperkuat potensi wisata bahari.

“Harapannya konservasi ini tidak hanya menjaga ekosistem laut, tetapi juga meningkatkan pendapatan masyarakat melalui sektor perikanan dan pariwisata,” katanya. (RR)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar