Beijing, indomaritim.com – Dua kapal perang Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China akan berkunjung ke Surabaya untuk memenuhi undangan TNI Angkatan Laut pada Agustus 2026.
“Pada awal Agustus, atas undangan Angkatan Laut Indonesia, gugus tugas kapal perang Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China yang terdiri atas kapal Qi Jiguang dan Kunlunshan akan mengunjungi Surabaya,” kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan China Jiang Bin dalam konferensi pers di Beijing, Kamis (30/7).
Dikutip dari Antara, Jiang Bin mengatakan dalam beberapa tahun terakhir, Angkatan Laut China dan Indonesia terus memperluas kerja sama.
“Kerja sama itu mencakup latihan gabungan dan kunjungan kapal perang sehingga mendorong hubungan kedua angkatan laut menjadi semakin mendalam dan konkret,” tambah Jiang Bin.
Pemerintah Indonesia dan China diketahui sejak 21 April 2025 membentuk mekanisme dialog strategis komprehensif, termasuk kerja sama bidang keamanan melalui mekanisme 2+2, yakni pertemuan tingkat menteri luar negeri dan pertahanan.
Dalam pertemuan itu, Menteri Pertahanan Letjen TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan kerja sama Indonesia dengan China di bidang keamanan didasarkan pada prinsip saling menguntungkan dan inklusif.
“Kerja sama ini dilakukan dengan semangat saling menguntungkan dan inklusif, terutama di bidang pertahanan dan keamanan,” kata Menhan Sjafrie.
Saat itu juga ditandatangani kerja sama maritim dan keamanan laut antara China Coast Guard dan Badan Keamanan Laut (Bakamla) untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan.
Menteri Pertahanan China Dong Jun mengungkapkan bahwa kerja sama pertahanan China-Indonesia telah memiliki dasar yang kuat dan berkembang dengan baik.
“Ke depan, kami akan memperluas kerja sama di berbagai bidang, termasuk komunikasi strategis, pertukaran militer, teknologi pertahanan, dan keamanan maritim,” kata Dong Jun pada April 2025.
Berdasarkan rencana tahunan yang telah disepakati, kerja sama tersebut mencakup latihan gabungan pasukan lintas udara dan darat untuk meningkatkan kapasitas pasukan bersama serta kesiapan menghadapi situasi tidak terduga.
TNI Angkatan Laut dan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) diketahui terakhir kali mengadakan Latihan Bersama (Latma) “Heping Garuda 2024” di Jakarta pada Desember 2024.
Selain itu, Angkatan Laut PLA juga terlibat dalam Latihan Bersama Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) ke-5 di Bali pada Februari 2025 dan ASEAN Plus Cadet Sail 2025 yang diperuntukkan bagi taruna Akademi Angkatan Laut China.
Latihan tersebut mencakup passing exercise saat kapal perang dari masing-masing negara saling berpapasan dalam kunjungan persahabatan ke perairan Indonesia atau China.
Dalam kerja sama taruna akademi, Satuan Latihan Kartika Jala Krida (Satlat KJK) 2026 yang menggunakan KRI Bima Suci juga sempat singgah di Dermaga Wusong Naval Base, Shanghai, pada 25–28 Mei 2026.
KRI Bima Suci yang membawa 79 taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan ke-73 melakukan sejumlah kegiatan, antara lain kunjungan kehormatan dengan Commander Wusong Naval Base, deck reception di geladak KRI Bima Suci, mutual visit, serta penampilan Genderang Suling Jala Gita Taruna AAL di kawasan Monumen Shanghai People’s Heroes.
Sementara itu, pada 21 September 2023, MV Qi Jiguang Hull-83 juga sempat sandar di Surabaya, Jawa Timur, dan menjadi tempat jamuan makan malam yang dihadiri Komandan Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut (Dankodiklatal) saat itu, Letjen TNI Marinir Suhartono.
Kapal latih MV Qi Jiguang Hull-83 yang memiliki panjang 163 meter dan lebar 22 meter itu saat itu dikomandani SCAPT Yao Zuoqing. Kapal membawa 100 personel taruna AL China dan bersandar selama tiga hari pada 17–20 September 2023 untuk menjalankan misi kerja sama TNI AL dan Angkatan Laut China. (Dul)











Komentar