KM Yuni Bahari Alami Kebocoran di Laut Banda karena Dihantam Gelombang Tinggi

Kapal berhasil dievakuasi ke Pulau Banda

Ambon, indomaritim.com – Tim SAR gabungan dari Pos SAR Banda dengan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) mengawal Kapal Motor (KM) Yuni Bahari hingga merapat di Dermaga Rakyat Pulau Banda setelah dilaporkan mengalami kebocoran di tengah laut akibat dihantam gelombang tinggi.

“Kapal yang membawa lima awak itu dalam perjalanan dari Pulau Ambon menuju Pulau Banda sejak Jumat, (31/7) 2026, dan dihantam gelombang hingga mengalami kebocoran pada Sabtu, (1/8) di Perairan Laut Banda,” kata Koordinator Pos SAR Banda Ezau Risamasu dalam rilisnya yang diterima di Ambon, Minggu.

Menurut Antara, seluruh korban sudah berhasil dievakuasi Tim SAR Gabungan dengan selamat dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga di Pulau Banda.

Menurut dia, informasi kondisi membahayakan jiwa manusia ini diterima Pos SAR Banda dari seorang warga bernama Robo pada Sabtu, (01/8) sekitar pukul 12.55 WIT.

Pihak keluarga menyampaikan informasi dan meminta bantuan SAR terhadap kapal tersebut yang mengalami kebocoran di tengah laut Banda, tepatnya di sekitar Selatan Perairan Pulau Run, Kabupaten Maluku Tengah.

“Tim SAR Gabungan kemudian dikerahkan menggunakan RIB menuju lokasi kejadian dengan jarak kurang lebih 16,3 Nautical Mile, Heading 242.82°arah Barat Daya,” ucapnya.

Sekitar pukul 15.24 WIT, kapal tersebut berhasil ditemukan Tim SAR Gabungan pada jarak kurang lebih 18 nautical mile arah barat laut dari lokasi kejadian.

Dikatakan, setelah dilakukan koordinasi dengan awak kapal bahwa kebocoran sedikit berhasil diperbaiki dan kapal dapat melanjutkan perjalanan kembali.

RIB Pos SAR Banda selanjutnya mendampingi kapal kayu tersebut melanjutkan perjalanan menuju Pulau Banda Neira. Kemudian menjelang subuh sekitar pukul 00.30 WIT, Tim SAR Gabungan bersama KM Yuni Bahari tiba dengan selamat di Pelabuhan Rakyat Banda selanjutnya seluruh korban diserahkan kepada pihak keluarga.

Kapal kayu tersebut bertolak dari Kota Ambon pada tanggal 31 Juli 2026 dengan tujuan Pulau Banda Neira. Namun setibanya di sekitar Perairan Pulau Run, kapal dihantam gelombang hingga mesin alkon mengalami kerusakan dan kapal mengalami kebocoran. (RR)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar