Jakarta, indomaritim.com – SMA Presiden 2 Tanjung Lesung, Banten menjadikan aktivitas olahraga air (watersport) sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler unggulan yang diperkenalkan sejak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Kepala Sekolah SMA Presiden 2 Tanjung Lesung, Kolonel Laut (Purn) Joni Agoesta dalam keterangan di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa pengenalan watersport pada MPLS merupakan bagian dari upaya membangun karakter siswa sejak hari pertama mereka memasuki lingkungan sekolah.
“Orientasi bukan hanya memperkenalkan ruang kelas, guru, atau tata tertib sekolah. Kami juga ingin memperkenalkan karakter khas SMA Presiden Tanjung Lesung. Karena sekolah ini berada di kawasan pesisir dan punya program pengembangan olahraga air, para siswa kami ajak mengenal lingkungan belajar mereka secara langsung sejak hari-hari pertama,” katanya seperti dikutip dari Antara.
Joni mengungkapkan bahwa pengenalan watersport menjadi langkah awal bagi para siswa sebelum mengikuti program ekstrakurikuler watersport yang secara resmi akan dilaksanakan secara rutin mulai semester ini.
Program tersebut dapat diikuti oleh siswa-siswi kelas X, XI, maupun XII dan akan digelar setiap minggu di akhir pekan dengan materi berupa selam dasar, snorkeling, serta kano atau kayak.
“Dengan mencoba berbagai aktivitas watersport, kami berharap para siswa membangun rasa percaya diri, memahami pentingnya keselamatan, lebih mudah mengenal satu sama lain serta belajar bekerja sama dalam setiap kegiatan,” ujarnya.
Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, sekolah akan bekerja sama dengan guru olahraga serta tim instruktur dari Lalassa Beach Club untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan aman, terarah, dan sesuai dengan kemampuan peserta didik.
Joni menjelaskan bahwa program tersebut lahir dari potensi lingkungan sekolah yang berada sangat dekat dengan pusat aktivitas wisata bahari di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten.
“Selama ini sebenarnya tidak sedikit siswa yang secara mandiri mencoba berbagai aktivitas watersport karena lokasinya yang sangat dekat dengan sekolah. Kini sekolah mengemas kegiatan tersebut dalam bentuk ekstrakurikuler yang lebih terstruktur. Sehingga memiliki nilai edukasi, pembinaan karakter, dan standar keselamatan yang jelas,” ucapnya.
Dengan konsep tersebut, Joni optimistis ekstrakurikuler watersport akan menjadi salah satu program unggulan SMA Presiden 2 Tanjung Lesung yang mengusung konsep boarding school semi-militer, karena mampu memadukan pembelajaran di luar kelas dengan pengembangan karakter siswa.
“Melalui program ini kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda. Siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tapi juga belajar menghadapi tantangan, bekerja sama, membangun kepemimpinan, serta mengembangkan budaya maritim yang merupakan warisan budaya bangsa Indonesia,” tutur Joni Agoesta. (Edo)











Komentar