Disalurkan, 60 Ribu Bibit Magrove untuk Ekowisata Kabupaten Maros

Daerah, Info Maritim98 Dilihat

Makassar, indomaritim.com – Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menyalurkan bantuan 60 ribu bibit mangrove untuk mendukung pengembangan sarana dan prasarana ekowisata mangrove di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

“Bantuan tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang diarahkan untuk mendukung pelestarian lingkungan pesisir sekaligus keselamatan penerbangan,” kata General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha di Makassar, Senin.

Dia mengatakan pelestarian lingkungan dan keselamatan penerbangan merupakan dua aspek yang harus berjalan beriringan.

“Melalui bantuan tersebut, kami berharap dapat memberikan manfaat bagi ekosistem pesisir, meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga lingkungan, serta mendukung operasional bandara yang aman, selamat dan berkelanjutan,” ujar Ruly seperti dikutip Antara.

Menurut dia, penanaman mangrove tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga menjadi bagian dari pengelolaan kawasan sekitar bandara yang dilakukan secara terencana dan berbasis kajian lingkungan.

Pengelolaan vegetasi di sekitar kawasan operasional bandara, termasuk penanaman mangrove, dilakukan dengan memperhatikan kajian habitat satwa liar, karakteristik lingkungan, serta koordinasi dengan instansi terkait.

Hal tersebut dinilai penting untuk meminimalkan potensi bird strike atau risiko benturan burung dengan pesawat. Bandara Hasanuddin melakukan pengelolaan habitat satwa liar agar tidak meningkatkan konsentrasi burung di jalur lepas landas maupun pendaratan pesawat.

Selain bantuan bibit mangrove, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin juga mendukung pengembangan sarana dan prasarana kawasan mangrove agar dapat dikembangkan sebagai destinasi ekowisata berkelanjutan di Kabupaten Maros.

Pengembangan fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadikan kawasan mangrove sebagai ruang edukasi lingkungan dan konservasi pesisir sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Adapun total bantuan yang disalurkan senilai Rp250,5 juta terdiri atas bantuan 60 ribu bibit maangrove senilai Rp77,5 juta dan dukungan pengembangan sarana serta prasarana senilai. Bantuan tersebut disalurkan melalui Institusi Penelitian dan Pengembangan Masyarakat.

Direktur Eksekutif Institusi Penelitian dan Pengembangan Masyarakat, Hidayat Paloloi, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Menurut Hidayat, bantuan tersebut tidak hanya memperkuat upaya pelestarian ekosistem pesisir, tetapi juga menunjukkan bahwa konservasi lingkungan dapat berjalan selaras dengan upaya menjaga keamanan operasional penerbangan.

Melalui program CSR tersebut, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menegaskan komitmennya untuk memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dengan menjaga kelestarian ekosistem pesisir berdasarkan prinsip konservasi dan hasil kajian lingkungan.(RR)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar