Tim Rowing tanpa Tambahan Uji Coba Jelang Asian Games 2026

Olahraga39 Dilihat

Jakarta, indomaritim.com – Tim nasional dayung nomor rowing Indonesia dipastikan tanpa tambahan uji coba internasional menjelang Asian Games 2026 di Nagoya, Aichi, Jepang, pada 19 September-4 Oktober.

“Persiapan Asian Games 2026 kali ini sangat jauh berbeda dengan Asian Games sebelum-sebelumnya,” kata pelatih tim rowing Indonesia Muhammad Hadris di Jakarta, Kamis seperti dikutip dari Antara.

Hadris mengatakan tim rowing tanah air hanya menjalani satu uji coba internasional sepanjang persiapan Asian Games, yakni Piala Asia Rowing 2026 di Chungju, Korea Selatan, pada 24–26 April.

Menurut dia, kejuaraan tersebut belum sepenuhnya dapat menjadi tolok ukur karena tidak semua negara yang menjadi pesaing Indonesia pada Asian Games menurunkan atlet terbaiknya.

Indonesia sempat mengusulkan keikutsertaan dalam Kejuaraan Dunia Rowing 2026 di Bosbaan, Amsterdam, pada 24–30 Agustus. Namun, rencana itu tidak terealisasi.

Hadris mengatakan situasi itu berbeda dibandingkan persiapan menuju Asian Games Jakarta-Palembang 2018 ketika tim rowing Indonesia menjalani pemusatan latihan selama tiga bulan di Belanda.

Indonesia kemudian meraih lima medali dari rowing pada Asian Games 2018 yang terdiri atas satu emas, dua perak, dan dua perunggu.

Menurut Hadris, tim rowing juga sempat menjalani pemusatan latihan di luar negeri selama lebih dari satu bulan sebelum tampil dalam Asian Games Hangzhou 2022 yang diselenggarakan pada 2023.

Pada Asian Games Hangzhou, rowing Indonesia membawa pulang tiga medali perunggu.

Menurut dia, uji coba dan pemusatan latihan di luar negeri penting untuk mengukur kecepatan atlet sekaligus membandingkan kemampuan Indonesia dengan negara-negara pesaing.

Keterbatasan uji coba membuat tim pelatih kini mengandalkan simulasi perlombaan internal di lokasi Pelatnas di Pangalengan, Jawa Barat, sebagai tolok ukur perkembangan 17 atlet yang disiapkan untuk Asian Games 2026.

Tim pelatih berencana mengadakan dua simulasi tambahan sebelum keberangkatan guna melihat catatan waktu setiap nomor sekaligus menentukan komposisi akhir atlet.

Dalam simulasi tersebut, catatan waktu atlet dibandingkan dengan standar medali yang digunakan tim pelatih.

Hadris mengatakan performa sejumlah atlet saat ini berada pada kisaran 92 hingga 95 persen dari standar tersebut. Persentase itu merupakan parameter internal tim pelatih, bukan ukuran resmi penyelenggara Asian Games 2026.

Menurut dia, peluang medali akan lebih terbuka apabila performa atlet dapat mencapai sedikitnya 97 persen dari standar waktu medali menjelang keberangkatan.

Meski menghadapi sejumlah keterbatasan, tim pelatih tetap menargetkan medali pada Asian Games 2026 tetapi tanpa menetapkan jumlah dan jenisnya. (Hes)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar