Dimulai, Pembangunan Kapal Selam Siluman “Scorpene” di Surabaya

Surabaya, indomaritim.com – Pembangunan kapal selam siluman  Scorpene untuk Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut dimulai di Surabaya melalui acara first steel cutting, dengan target penyelesaian selama 96 bulan atau sekitar delapan tahun.

“Alhamdulillah berjalan lancar dan pembangunan kapal selam ini akan berlangsung selama 96 bulan, kurang lebih delapan tahun,” kata Kepala Staf TNI  Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali di Surabaya, Jumat seperti dikutip dari Antara.

Ali mengatakan first steel cutting dilakukan sekitar 12 bulan setelah kontrak pembangunan kapal selam tersebut efektif. Saat ini progres pembangunan kapal selam Scorpene telah mencapai sekitar 20,5 persen.

Kasal berharap pembangunan kapal selam Scorpene dapat selesai sesuai jadwal sehingga proses penyerahan kepada TNI AL juga berlangsung tepat waktu.

“Kami berharap ini bisa terbangun dengan tepat waktu. Jadi, delivery time-nya bisa tepat waktu,” ujarnya.

Ali menegaskan pembangunan kapal selam Scorpene melibatkan putra-putri terbaik Indonesia dengan dukungan dan pendampingan dari Naval Group Prancis.

Menurut dia, kapal selam yang dibangun di Indonesia merupakan generasi terbaru Scorpene.

“Scorpene yang kita bangun ini lebih maju dibandingkan dengan Scorpene-Scorpene sebelumnya yang dibangun di beberapa negara. Ini yang terakhir, keluaran terakhir,” katanya.

Ia menjelaskan kapal selam Scorpene memiliki panjang hampir 72 meter atau sekitar 10 meter lebih panjang dibandingkan kapal selam TNI AL sebelumnya. Kapal selam tersebut juga memiliki kemampuan menyelam lebih lama dan lebih dalam.

Dari sisi persenjataan, Scorpene tidak hanya dilengkapi torpedo, tetapi juga peluru kendali.

“Selain torpedo, ia dilengkapi juga dengan peluru kendali. Ini merupakan hal yang baru mungkin bagi kita untuk menembakkan peluru kendali dari bawah air,” katanya.

Ali menambahkan TNI AL telah menyiapkan satuan tugas pengawak kapal selam tersebut, termasuk mengirim personel secara bertahap ke Prancis untuk mengikuti pelatihan bersama Angkatan Laut Prancis dan Naval Group.

Menurut dia, pembangunan kapal selam Scorpene di dalam negeri merupakan langkah penting untuk memperkuat kemandirian industri pertahanan Indonesia.

“Ini merupakan hal yang sangat bagus sekali. Ini pertama kali kita membangun kapal selam dari awal, dari awal di Indonesia. Di negara-negara ASEAN mungkin kita yang pertama kali membangun kapal selam di dalam negerinya,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod mengatakan first steel cutting menjadi bukti kerja sama konsorsium antara PT PAL Indonesia dan Naval Group Prancis berjalan baik.

“First steel cutting ini juga menunjukkan bagaimana konsorsium kerja sama antara Naval Group dan PT PAL Indonesia berlangsung dengan sangat baik,” kata Djenod.

Ia menilai kerja sama tersebut tidak hanya terkait pembangunan alat utama sistem persenjataan (alutsista), tetapi juga menjadi sarana transfer teknologi antara Indonesia dan Prancis. (Hes)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar