Tulungagung, indomaritim.com – Polisi Perairan dan Udara (Polairud) melakukan pemantauan setelah seekor buaya di perairan Pantai Popoh, Kabupaten Tulungagung, Senin (10/8) namun menghilang sehingga masyarakat, khususnya warga pesisir dan nelayan dihimbau untuk berhati-hati bila melihat kembali buaya muara itu.
Komandan Pos Polairud BKO Polres Tulungagung Aiptu Maryanto, Selasa, mengatakan, pihaknya bersama Komandan Pos TNI AL mendatangi Pantai Popoh setelah menerima laporan kemunculan buaya muara tersebut.
“Kemarin kami bersama Komandan Pos AL mendatangi Pantai Popoh atas kemunculan buaya muara di wilayah itu,” kata Maryanto. Namun, saat petugas tiba di lokasi, buaya tersebut telah kembali masuk ke perairan. Berdasarkan pemantauan dan informasi dari warga, buaya yang terlihat diperkirakan memiliki panjang sekitar tiga meter.
Petugas sementara memastikan hanya satu ekor buaya muara yang terlihat di kawasan tersebut. Sebelumnya, satwa serupa juga dilaporkan muncul di Pantai Sidem, Kecamatan Besuki.
“Saat muncul di Pantai Sidem itu sempat diketahui oleh warga setempat dan tidak lama setelahnya menghilang lagi,” ujarnya.
Maryanto mengatakan, kemunculan buaya muara di pesisir selatan Tulungagung bukan kali pertama. Berdasarkan catatan yang dihimpun, kemunculan serupa pernah terjadi pada 2004 dan kembali terlihat di Pantai Sine pada Juli 2026.
Pada Agustus 2026, buaya muara kembali terlihat di Pantai Sidem dan Pantai Popoh. Kondisi tersebut membuat petugas meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pesisir.
“Masyarakat kami imbau untuk berhati-hati dan jangan mendekat apabila mengetahui kemunculan buaya muara ini lagi,” pungkasnya. (Dul)














Komentar