Teheran, indomaritim.com – Penasihat utama komandan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Mohammad Reza Naqdi, menyatakan Iran siap menghadapi konflik berkepanjangan dengan Amerika Serikat demi menjamin kondisi keamanan sepenuhnya.
“Kita harus mencapai efek jera agar musuh tidak berani menyerang kami, sehingga kami dapat hidup dengan aman. Salah satu caranya adalah memperpanjang perang ini hingga masa jabatan presiden berikutnya dan menimbulkan kerugian; sehingga jika ada pihak lain yang ingin menyerang Iran, mereka akan tahu bahwa ada konsekuensinya,” kata Naqdi seperti dikutip dari Antara.
Angkatan bersenjata AS ternyata lebih lemah daripada yang diperkirakan Iran, tambah Naqdi.
Pada 18 Juni lalu, Iran dan AS telah menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik yang dimulai sejak 28 Februari. Namun, pada 8 Juli, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa gencatan senjata tersebut tidak lagi berlaku.
Kemudian, pada 12 Juli, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga berakhirnya campur tangan AS di kawasan tersebut setelah terjadi gelombang serangan balasan terbaru.
Keesokan harinya, Trump menyatakan AS akan menjadi “penjaga” Selat Hormuz. Dia juga memberlakukan kembali blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Trump pun mengatakan bahwa pemerintahannya telah mengurangi upaya untuk mencapai kesepakatan dengan Iran dan sedang “menurunkan intensitas” proses tersebut dengan harapan tekanan ekonomi akan membuahkan hasil. (Hes)







Komentar