Mataram, indomaritim.com – Tim SAR gabungan memperluas pencarian empat orang korban yang belum ditemukan dalam insiden terbakarnya kapal penumpang KMP Putri Yasmin hingga perairan Bali pada Minggu.
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, mengatakan pada operasi hari kelima ini, pihaknya mengerahkan kekuatan alat utama (alut) laut secara komprehensif, di antaranya Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Mataram dan dua alut milik Kantor SAR Denpasar yakni RIB 05 Nusa Penida dan RIB 01 Denpasar.
“Pembagian wilayah pencarian pada hari ini kembali dioptimalkan ke beberapa sektor strategis, baik di laut maupun di darat,” ujarnya seperti dikutip dari Antara.
Ia menjelaskan pencarian dilakukan dengan membagi tiga sektor perairan menggunakan alut RIB, serta memperkuat penyisiran di jalur darat. RIB 02 Mataram melakukan pencarian ke arah timur laut dari lokasi kejadian, RIB 05 Nusa Penida menyisir dari arah barat Nusa Penida, dan RIB 01 Denpasar dikerahkan untuk melakukan pencarian di wilayah perairan selatan Bali.
Selain pengerahan armada di laut, Hariyadi menambahkan bahwa operasi di lini darat juga tidak kendur. Tim SAR gabungan tetap mengoptimalkan pencarian pesisir pantai serta menyebarkan informasi intensif kepada masyarakat hingga ke wilayah Belongas.
“Hingga saat ini, seluruh unsur SAR gabungan terus berupaya maksimal di lapangan demi menemukan sisa korban yang belum kunjung ditemukan,” katanya.
Operasi SAR ini melibatkan unsur dari Kantor SAR Mataram dan Kantor SAR Denpasar, Lanal Mataram, Kru Finns SGi Air Bali dan Finns Search And Rescue, Ditpolair Polda NTB, KSOP Lembar, BKK Lembar, SROP Lembar, JRP, BPTB, Gapasdap, DVI Biddokkes Polda NTB, Dikes Lobar, RSUD Tripat, RSUD Kota Mataram, RSUD NTB, ASDP, serta Puskesmas Jembatan Kembar.
Alut yang digunakan diantaranya KN SAR 220 Mataram, RBB Mataram, RIB 02 Mataram, KN SAR Arjuna, RIB 02 Klungkung, RIB 02 Klungkung, RIB 02 02 Benoa, KAL Belongas, KAL Lembar, RIB Nusa Penida, Helikopter Finns SGi Air Bali, KMP Portlink II, KMP Parama Kalyani, Kapal Polair KP XXI – 2015, Yacht Still Here, Yacht No Comment, serta armada ambulans dari RSUD NTB. (Edo)








Komentar