Mataram,indomaritim.com – Tim SAR gabungan memperluas jangkauan operasi pencarian terhadap empat korban yang masih belum ditemukan pasca-terbakarnya kapal penumpang KPM Putri Yasmin di perairan Selat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan mengerahkan pesawat Cassa milik TNI AL pada hari keenam pencarian, Senin.
“Kali ini, pencarian udara dikerahkan secara masif menggunakan pesawat udara,” kata Kepala Kantor SAR Mataram selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhamad Hariyadi di Mataram, Senin, sepewrti dikutip dari Antara
Ia menjelaskan bahwa operasi hari keenam difokuskan menggunakan pesawat Cassa NC212-200 dengan nomor registrasi U-6215 Skuadron 600 Wing Udara 2 Puspenerbal Juanda untuk menyisir wilayah perairan yang lebih luas dari udara.
Menurutnya, pesawat CASSA U-6215 milik TNI AL ini sebelumnya diberangkatkan dari Bandara Juanda, Surabaya, pada Minggu (16/8) siang, dan sempat melakukan pencarian di perairan selatan dari lokasi kejadian sebelum mendarat di Bandara Ngurah Rai, Bali.
“Hari keenam ini, pesawat kembali diterbangkan dari Bali pada Senin siang untuk memaksimalkan pencarian di perairan selatan Pulau Jawa dengan cakupan area mencapai sekitar 3.650 NM². Dalam misi udara ini, personel Kantor SAR Surabaya juga turut di atas kapal,” terangnya.
Selain pengerahan armada udara, operasi pencarian di permukaan laut dan darat tetap berjalan paralel. Bahkan, tim laut mengerahkan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Mataram untuk menyisir arah utara dari Pelabuhan Lembar dengan luas area sekitar 38,5 NM², dengan fokus utama menyisir kawasan perairan pantai.
“Untuk lini darat, tim gabungan juga mengintensifkan penyisiran sepanjang garis pantai mulai dari Tanjung Karang ke arah utara, serta aktif menyebarkan informasi kepada warga setempat dan para nelayan yang beraktivitas di pesisir,” tambah Hariyadi.
Lebih lanjut, ia mengakui hingga hari keenam pelaksanaan operasi SAR tersebut, seluruh unsur gabungan terus berkoordinasi ketat demi mengoptimalkan pencarian sisa korban yang belum ditemukan. (Dul)








Komentar