Politeknik Perkapalan Surabaya Lakukan Pelatihan Pembangkit Listrik Berbasis Internet

Dilakukan dalam rangka Pengabdian kepada Masyarakat berupa pengembangan dan pelatihan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berbasis Internet of Things untuk Kemandirian Energi Terbarukan di Desa Tambakcemandi, Sedati, Sidoarjo

Sidoarjo, indomaritim.com – Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Tahun 2026 berupa kegiatan pengembangan dan pelatihan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berbasis Internet of Things (IoT).

Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mendukung kemandirian energi terbarukan pada fasilitas wisata yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Tambakcemandi, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan yang mengusung tema “Pengembangan dan Pelatihan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Berbasis Internet of Things untuk Kemandirian Energi Terbarukan Fasilitas Wisata BUMDes Desa Tambakcemandi Sidoarjo” itu merupakan bagian dari program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat – Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun 2026 pada bidang fokus energi.

Pelatihan berlangsung Agustus 2026 di Area Wisata Cafe Kalitekung Desa Tambakcemandi dengan dihadiri Kepala Desa Tambakcemandi, Khoirudin bersama Ketua BPD Tambakcemandi, Sederajat, Ketua LPMD Tambakcemandi, H. Tohir Nasir, Ketua BUMDes Tambakcemandi, Masyhudi Faqih serta para perangkat desa, TP PKK, pengurus BUMDes, pengelola LKM Terus Jaya, kelompok nelayan, hingga Karang Taruna Desa Tambakcemandi.

Meningkatkan Kompetensi Masyarakat

Program pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi energi terbarukan, khususnya sistem PLTS off-grid/hybrid yang dilengkapi dengan sistem monitoring berbasis IoT.

Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pembelajaran mengenai konsep dasar energi terbarukan, prinsip kerja PLTS, pengenalan komponen utama sistem, pengoperasian perangkat, hingga pemeliharaan dan penanganan gangguan dasar pada sistem PLTS.

Selain aspek teknis, peserta juga diperkenalkan dengan konsep pemanfaatan data energi secara digital. Sistem monitoring berbasis IoT memungkinkan pengelola fasilitas wisata BUMDes melakukan pemantauan produksi energi, konsumsi listrik, serta kondisi sistem secara lebih efektif, efisien, dan berbasis data.

Hal ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pengembangan desa mandiri energi serta memperkuat konsep ekonomi hijau melalui pemanfaatan teknologi ramah lingkungan.

Praktik Langsung Monitoring PLTS

Tidak hanya memberikan materi teori, kegiatan pelatihan juga menekankan pendekatan praktik langsung. Peserta dilibatkan dalam proses pengenalan perangkat PLTS, pengamatan aliran energi, pembacaan parameter sistem, serta simulasi pengoperasian dan monitoring.

Trainerkit PLTS yang digunakan dalam kegiatan menjadi media pembelajaran yang merepresentasikan sistem PLTS skala kecil dengan komponen utama seperti modul surya, inverter hybrid, baterai penyimpan energi, sistem proteksi, serta perangkat monitoring IoT.

Melalui pendekatan praktik, peserta diharapkan mampu memahami bagaimana energi matahari dikonversi menjadi energi listrik, bagaimana sistem penyimpanan bekerja, serta bagaimana melakukan pemeriksaan awal apabila terjadi gangguan pada sistem.

Mendukung Pengembangan Wisata

Penerapan teknologi PLTS berbasis IoT di lingkungan wisata BUMDes Tambakcemandi menjadi salah satu bentuk inovasi dalam mendukung keberlanjutan pengelolaan fasilitas wisata.

Dengan adanya sistem energi terbarukan, pengelola BUMDes dapat mengoptimalkan pemanfaatan energi listrik sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya transisi energi bersih.

Ketua Tim Pelaksana PkM PPNS, Dimas Pristovani Riananda, S.ST., M.T., bersama tim PkM, Annas Singgih Setiyoko, S.T., M.T., Septaviola Dini Utami, S.ST., M.T., serta Afif Zuhri Arfianto, S.T., M.T., menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi dapat menjadi awal pengembangan ekosistem energi terbarukan di tingkat desa.

“Melalui pelatihan ini, masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memahami, mengoperasikan, dan menjaga keberlanjutan sistem PLTS yang diterapkan,” ungkapnya.

Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Masyarakat  

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat PPNS ini menjadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan berbasis teknologi.

Kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi energi terbarukan di tingkat lokal.

Melalui program Pelatihan PLTS Berbasis IoT di Desa Tambakcemandi, PPNS berharap masyarakat semakin siap menghadapi perkembangan teknologi energi masa depan serta mampu mengelola sumber energi yang lebih mandiri, efisien, dan berkelanjutan. (Hes)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar