Tanjung Selor, indomaritim.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bulungan pekan ini melakukan penyedotan pasir untuk mengurangi sedimentasi di Dermaga Kayan II, Tanjung Selor, Kalimantan Utara (Kaltara).
“Kita menyiapkan langkah penanganan cepat berupa penyedotan pasir pada pekan ini untuk mengatasi pendangkalan akibat sedimentasi di Area Kedatangan Dermaga Kayan II,” ujar Kepala Dishub Kabupaten Bulungan Khairul di Tanjung Selor, Selasa seperti dikutip Antara.
Menurut Khairul, penyedotan tersebut merupakan penanganan jangka pendek dan dilakukan dengan menggandeng sejumlah pihak, di antaranya Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai dan Penyeberangan (Gapasdap), pengusaha sedot pasir dan Polairud Polresta Bulungan.
“Langkah yang dilakukan dalam waktu dekat bukan pengerukan, melainkan penyedotan pasir menggunakan peralatan yang tersedia karena kondisinya sudah cukup mendesak sehingga penanganan tidak bisa ditunda,” ungkapnya.
Pelaksanaan penyedotan yang ditargetkan pekan ini, kata Khairul, sesuai arahan Sekretaris Daerah (Sekda) Bulungan Risdianto yang memandang hal itu segera dilakukan karena area tersebut sangat vital untuk memperlancar arus transportasi speedboat yang melayani rute Tanjung Selor ke Kota Tarakan dan wilayah lainnya di Kaltara.
“Sesuai arahan Sekda Bulungan karena kondisinya sudah sangat mendesak, pekan ini harus kita laksanakan penyedotan, karena kedalaman air saat pasang hanya sekitar 4 meter, kalau surut pasirnya kelihatan,” kata Khairul.
Berkaca pada penanganan sebelumnya, metode penyedotan pasir menurutnya menjadi solusi sementara yang cukup efektif untuk mengurangi sedimentasi. Sebab, lanjutnya, langkah penyedotan ini pernah dilakukan dan diperkirakan efektif bertahan sekitar satu tahun.
Kondisi musim kemarau menurutnya juga turut mempengaruhi pendangkalan yang terjadi di kawasan dermaga. Karena itu, dengan adanya perubahan kondisi perairan dan sedimentasi, maka penanganan secara berkala diperlukan untuk menjaga fungsi dermaga tetap berjalan dan aman digunakan.
Untuk jangka panjang, lanjutnya, Dishub Bulungan menyiapkan penanganan yang lebih permanen dengan salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pengerukan menggunakan excavator amfibi dan material atau pasir hasil pengerukan nantinya akan ditempatkan di darat sehingga tidak kembali menjadi sedimentasi di alur perairan.
“Opsi lain yang dikaji adalah menambah panjang trestle atau jembatan penghubung dari dermaga menuju daratan. Namun, kebutuhan anggaran untuk penanganan permanen tersebut belum dapat dipastikan karena masih memerlukan kajian teknis dan perhitungan dari konsultan,” ujarnya.
Dishub Bulungan menargetkan penanganan jangka panjang dapat direalisasikan pada tahun depan.
“Menunggu solusi permanen, penyedotan pasir menjadi langkah awal untuk menjaga kedalaman area kedatangan Kayan II tetap mendukung aktivitas transportasi,” katanya. (Dul)








Komentar