AS Kehabisan Opsi Sanksi Baru terhadap Iran

Internasional50 Dilihat

Teheran, indomaritim.com – Amerika Serikat (AS) telah menjatuhkan begitu banyak sanksi terhadap Iran sehingga tidak jelas lagi apa yang masih dapat mereka batasi, kata juru bicara Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Hassan Ghashghavi, kepada RIA Novosti.

“Seluruh dunia kini bertanya-tanya, apakah masih ada sesuatu yang belum dikenai sanksi oleh AS dan apa lagi yang akan mereka batasi?” kata Ghashghavi seperti dikutip dari Antara.

Ghashghavi juga menanggapi pernyataan Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang mengatakan bahwa penerapan segera sanksi sekunder terhadap mitra dagang Iran berisiko menyebabkan keruntuhan sistem keuangan global.

“Semua orang telah mendengar pernyataan yang bertentangan dari Menteri Keuangan AS… Jelas bahwa sanksi-sanksi ini memberikan tekanan terhadap ekonomi global, dan menteri AS sendiri mengakui hal tersebut,” ujar Ghashghavi.

Pada 28 Februari, AS dan Israel mulai melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran. Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan terhadap mereka.

Pada pertengahan Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan menghentikan permusuhan. Namun, tak lama kemudian, kedua pihak kembali saling melancarkan serangan.

Presiden AS Donald Trump pada 20 Agustus mengumumkan dimulainya operasi ekonomi terhadap Iran yang disebutnya sebagai “isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.”

Trump juga mendesak sekutu-sekutu AS untuk bergabung dengan Washington dalam langkah tersebut. (Dul)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar