Diperkuat, Kesiapsiagaan ABK Portlink II Hadapi Keadaan Darurat

Info Maritim29 Dilihat

Jakarta, indomaritim.com – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat kesiapsiagaan anak buah kapal (ABK) KMP Portlink II melalui safety meeting dan latihan guna meningkatkan respons cepat serta menjamin keselamatan penumpang saat menghadapi keadaan darurat.

“Kami terus memperkuat budaya keselamatan dan kesiapsiagaan awak kapal dalam menghadapi berbagai potensi keadaan darurat,” kata Direktur Utama ASDP Heru Widodo saat terkonfirmasi di Jakarta, Selasa seperti dikutip dari Antara.

Upaya tersebut dilakukan melalui safety meeting dan latihan keadaan darurat di KMP Portlink II. Kegiatan itu dilaksanakan di Cabang Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, diikuti perwira deck, perwira mesin, seluruh ABK KMP Portlink II, serta supervisor K4L.

Dia menyampaikan kegiatan itu menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dan kepedulian setiap personel terhadap aspek keselamatan sekaligus memastikan kesiapan ABK dalam memberikan respons yang cepat dan tepat ketika menghadapi kondisi darurat di kapal.

Heru menegaskan keselamatan harus menjadi budaya yang melekat dalam setiap aktivitas operasional, khususnya di kapal yang memiliki berbagai potensi risiko dan membutuhkan kesiapan personel setiap saat.

Menurutnya keselamatan tidak hanya bergantung pada ketersediaan peralatan, tetapi juga pada kesiapan dan kemampuan setiap personel dalam menggunakannya.

“Karena itu, latihan secara berkala menjadi penting agar respons terhadap keadaan darurat dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujar Heru.

Dalam safety meeting tersebut, materi difokuskan pada penyegaran kembali penggunaan alat keselamatan, khususnya fireman outfit atau pakaian pemadam kebakaran.

ABK diingatkan mengenai prosedur penggunaan perlengkapan tersebut dengan target seluruh perlengkapan dapat terpasang secara lengkap dalam waktu yang cepat dan tepat.

General Manager Cabang Lembar, Anis Adinizam menjelaskan selain penyegaran penggunaan alat keselamatan, safety meeting juga membahas temuan Non-Conformity (NC) dari audit internal K4L yang dilaksanakan pada 13 Agustus 2026.

Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan setiap temuan dapat ditindaklanjuti dan menjadi pembelajaran untuk memperkuat penerapan aspek keselamatan di kapal.

“Yang terus kami perkuat kecepatan dan ketepatan dalam menangani setiap kondisi darurat,” kata Anis.

Menurutnya dengan latihan yang dilakukan secara konsisten, ABK diharapkan tidak hanya memahami prosedur, tetapi juga terbiasa bertindak secara sigap ketika menghadapi situasi yang membutuhkan respons segera.

Selain safety meeting, kegiatan juga dilanjutkan dengan latihan keadaan darurat orang jatuh ke laut (man overboard). Latihan itu ditujukan untuk memastikan ABK memahami peran masing-masing serta mampu menjalankan prosedur penanganan secara terkoordinasi ketika menghadapi kondisi tersebut.

“Komitmen terhadap kesiapsiagaan juga dilakukan melalui program latihan keadaan darurat yang terjadwal secara berkala,” tutur Anis.

Berdasarkan jadwal latihan keadaan darurat kapal, pada September 2026 KMP Portlink II akan melaksanakan latihan untuk sejumlah skenario, meliputi kebakaran, meninggalkan kapal, orang cedera, kapal kandas, kerusakan mesin induk, serta kapal tubrukan.

ASDP menegaskan aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan layanan penyeberangan.

Karena itu penguatan kompetensi dan kesiapsiagaan awak kapal melalui safety meeting, evaluasi, serta latihan keadaan darurat secara berkala akan terus dilakukan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan penyeberangan yang aman dan andal bagi masyarakat. (RR)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar