Dubes Rusia: Tidak Ada Rekrutmen WNI jadi Tentara Rusia

Nasional4 Dilihat

Jakarta, indomaritim.com – Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov menegaskan pihaknya tidak melakukan rekrutmen dalam bentuk apapun untuk militer Rusia di tengah polemik atas dugaan adanya WNI bergabung dalam Angkatan Bersenjata Rusia.

“Kantor perwakilan Rusia di manapun di Indonesia sama sekali tidak melakukan rekrutmen untuk angkatan bersenjata Rusia,” kata Dubes Tolchenov ditemui seusai konferensi pers roadshow Komite Pariwisata Kota Moskow (Mostourism) di Jakarta, Selasa seperti dikutip dari Antara.

Ia tidak memungkiri adanya warga negara asing, seperti pekerja, mahasiswa, dan bahkan wisatawan yang memutuskan bergabung dalam angkatan bersenjata Rusia saat menetap di negara tersebut.

Akan tetapi, langkah tersebut menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing individu, kata dia.

Tolchenov menegaskan bahwa kedutaan besar Rusia di mana pun berada sama sekali tidak terlibat dalam proses rekrutmen warga negara asing ke dalam militer negara tersebut.

“Diakui memang tak sedikit warga negara asing di militer Rusia, tetapi kedutaan besar sama sekali tak terlibat melakukan rekrutmen di dalamnya,” ucap Dubes Rusia.

Sementara itu, Tolchenov mengaku telah mengetahui adanya langkah penyelidikan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terhadap keberadaan delapan WNI yang diduga bergabung ke militer Rusia itu.

Menanggapi upaya tersebut, Dubes Rusia menyatakan siap membantu proses penyelidikan apabila diminta Kemlu RI.

“Jika mereka ingin menanyakan sesuatu pada kami, tentu saja kami siap memberi penjelasan maupun bekerja sama,” kata dia.

Sebelumnya dilaporkan adanya delapan WNI yang direkrut oleh angkatan bersenjata Rusia untuk bertempur dalam perang melawan Ukraina, menurut laporan yang diterbitkan Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina pada 27 Agustus melalui Telegram.

Menurut The New Voice of Ukraine, Senin, badan tersebut menyatakan bahwa telah memperoleh dokumen yang mengonfirmasi perekrutan tersebut.

Media tersebut mengatakan bahwa upaya tersebut memungkinkan Kremlin untuk menambah kekuatan pasukannya dengan memanfaatkan warga negara asing sebagai bagian dari propaganda.

Sementara itu dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang memastikan pihaknya terus memverifikasi informasi terkait WNI yang diduga bergabung dengan angkatan bersenjata Rusia melalui Perwakilan RI serta berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.

Yvonne menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia juga akan mendalami kemungkinan adanya unsur penipuan, eksploitasi, atau perekrutan melalui tawaran pekerjaan yang tidak sesuai dengan tujuan sebenarnya terhadap para WNI tersebut. (RR)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar