Istanbul, indomaritim.com – Penasihat senior komandan IRGC, Brigjen Mohammad Reza Naqdi mengatakan militer Iran masih menjalankan pertempuran dengan metode konvensional dan belum melihat kebutuhan untuk beralih ke perang asimetris, tetapi siap melakukannya jika diperlukan.
“Kami saat ini masih menjalankan perang konvensional, bukan perang asimetris. Perang asimetris berarti berperang di Wall Street dan Manhattan, perang di mana saja dan kapan saja, menggunakan kemampuan yang belum digunakan,” kata Naqdi dalam wawancara dengan stasiun televisi Lebanon Al-Mayadeen, Senin (31/8) seperti dikutip dari Antara.
Dia mengatakan Iran belum membutuhkan metode tersebut karena mampu menjaga keamanan dengan menggunakan pesawat nirawak atau drone dan rudal.
“Belum ada kebutuhan untuk itu; kami telah mengelola dan memastikan keamanan kami dengan drone dan rudal,” ujar Naqdi.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 19 Agustus mengumumkan operasi ekonomi terhadap Iran yang disebutnya sebagai “isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya”.
Trump juga menyerukan sekutu AS untuk bergabung dalam upaya tersebut. Media CNN, mengutip pejabat AS, melaporkan Washington kini beralih ke strategi “pencekikan” ekonomi secara bertahap terhadap Iran, menggantikan pendekatan militer yang sebelumnya ditempuh sejak akhir Februari 2026.
Pada 28 Februari 2026, AS dan Israel mulai menyerang sejumlah target di Iran yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan terhadap AS.
Pada pertengahan Juni, Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan menghentikan permusuhan. Namun, kedua pihak kembali saling menyerang tidak lama kemudian.
Hingga kini, konflik antara Iran dan AS tersebut masih belum terselesaikan. (RR)








Komentar