Pangkalpinang, indomaritim.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat jumlah penumpang angkutan laut dari Kepulauan Babel pada Juli 2026 sebanyak 51.493 orang atau turun 12,02 persen dibanding bulan sebelumnya 58.530 orang.
“Penurunan ini, karena masyarakat lebih memilih menggunakan angkutan udara yang lebih cepat dibandingkan angkutan laut,” kata Kepala BPS Kepulauan Babel Sugeng Arianto di Pangkalpinang, Babel, Selasa.
Ia mengatakan penurunan jumlah keberangkatan penumpang selama Juli 2026 di Provinsi Kepulauan Babel terjadi pada seluruh pelabuhan, yang terbesar di Pelabuhan Belinyu 57,52 persen dan terkecil di Pelabuhan Tanjung Pandan 6,80 persen.
“Sementara, selama Januari hingga Juli tahun ini, arus penumpang yang berangkat tercatat mengalami peningkatan sebesar 6,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” katanya.
Ia menyatakan jumlah kedatangan penumpang angkutan laut di Provinsi Kepulauan Babel selama Juli 2026 sebanyak 51.301 orang atau mengalami kenaikan 6,19 persen dibandingkan bulan sebelumnya 48.311 orang.
“Kenaikan kedatangan penumpang kapal laut ini terjadi pelabuhan lainnya 17,81 persen, Pelabuhan Tanjung Kalian 11,90 persen dan Pangkalbalam naik sebesar 0,37 persen,” katanya seperti dikutip dari Antara.
Ia menambahkan secara garis besar pada Juli 2026, aktivitas keberangkatan penumpang melalui jalur laut lebih besar dibandingkan aktivitas kedatangan. Jalur masuk dan keluar paling sibuk adalah Pelabuhan Tanjung Kalian.
“Mengingat jumlah yang cukup besar, pergerakan aktivitas pada pelabuhan ini memberikan efek cukup signifikan baik pada pergerakan kedatangan maupun keberangkatan jumlah penumpang,” katanya. (RR)












Komentar