Samarinda, indomaritim.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Timur mengonfirmasi bahwa layanan transportasi sungai dari Kota Samarinda menuju wilayah Kabupaten Mahakam Ulu saat ini terputus akibat penyusutan drastis debit air di hulu Sungai Mahakam imbas kemarau panjang.
Kepala Dinas Perhubungan Kaltim Yusliando di Samarinda, Minggu, mengatakan kondisi kekeringan membuat kapal-kapal kayu berukuran sedang dan besar kini hanya bisa berlayar paling jauh hingga ke wilayah Long Iram, Kabupaten Kutai Barat.
“Akses sungai ke wilayah yang lebih hulu seperti Long Bagun, Ujoh Bilang, Long Pahangai, dan Long Apari telah terputus karena sungai mengering. Kapal kecil masih bisa digunakan di beberapa titik, tetapi tetap tidak bisa lagi menjangkau Long Pahangai dan Long Apari,” ungkap Yusliando seperti dikutip dari Antara.
Menyikapi terputusnya jalur urat nadi transportasi sungai tersebut, Yusliando menjelaskan bahwa Satgas Pangan bersama instansi terkait telah mengambil langkah cepat dengan mengalihkan rute pengiriman bahan pokok (bapokting) melalui jalur darat hingga ke Ujoh Bilang.
“Dari Ujoh Bilang, pemerintah kabupaten setempat yang akan meneruskan distribusinya ke wilayah pedalaman. Pemerintah juga turut membantu membuka jalan darat agar tetap bisa dilewati oleh kendaraan pengangkut logistik,” terangnya.
Tantangan konektivitas pedalaman ini semakin berat lantaran akses transportasi udara juga ikut lumpuh. Yusliando memaparkan bahwa penerbangan menuju Melak (Kutai Barat) dan Bandara Datah Dawai di Mahakam Ulu terpaksa dibatalkan akibat pekatnya kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di mana Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sudah dikategorikan berbahaya.
Merespons prediksi BMKG bahwa fenomena El Nino akan berlangsung hingga akhir November 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur saat ini telah meningkatkan status kewaspadaan dari siaga menjadi darurat bencana kekeringan.(Edo)







Komentar