TNI dan US Army Latih Kemampuan Menembakkan Rudal

Info Maritim, Nasional1084 Dilihat

Jakarta, indomaritim.com – TNI dan personel US Army menggelar latihan menembak rudal untuk meningkatkan kemampuan menghadapi serangan udara dalam Latihan Gabungan Bersama Super Garuda Shield (SGS) 2026.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto Dalam siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Kamis, mengatakan SGS merupakan latihan tahunan yang melibatkan 21 negara dengan 4.743 personel dan 12 materi latihan.

“Super Garuda Shield ini dilaksanakan setiap tahun di Indonesia. Yang hadir ada 21 negara tahun ini. Kemudian jumlah total personel yang berlatih sebanyak 4.743 orang dengan 12 materi yang dilaksanakan,” kata Agus seperti dikutip dari Antara.

Latihan menembak rudal berlangsung di Lapangan Tembak Staling Armed Puslatpur Kodiklat TNI AD, Martapura, Sumatera Selatan, Rabu (9/9), sebagai bagian dari rangkaian SGS 2026.

Selain itu, latihan tersebut bertujuan memperkuat interoperabilitas dan menyamakan prosedur TNI dengan US Army dalam penggunaan senjata berat.

Dalam latihan itu, personel TNI dan US Army mengoperasikan sistem persenjataan artileri masing-masing.

Batalyon Arhanud 10/Dam Jaya mengoperasikan rudal Mistral, sedangkan US Army menggunakan rudal Stinger.

Seluruh rangkaian latihan dapat diselesaikan dengan baik tanpa insiden.

Latihan tersebut diharapkan meningkatkan kemampuan menembak personel sekaligus memperkuat hubungan antarkorps kedua negara.

SGS 2026 melibatkan 4.743 personel dari 21 negara, yakni Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Belanda, Brasil, Brunei Darussalam, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kamboja, Kanada, Korea Selatan, Laos, Selandia Baru, Prancis, Singapura, Thailand, Timor-Leste, dan Vietnam.

Para peserta mengikuti latihan untuk menguji kesiapan operasional pasukan, memperkuat diplomasi pertahanan, serta meningkatkan kemampuan menghadapi berbagai tantangan keamanan.

Latihan tahun ini berlangsung di Bandung, Jakarta, Lampung, Pusat Latihan Tempur TNI AD Baturaja, Sumatera Selatan, serta Nunukan, Kalimantan Utara, pada 31 Agustus hingga 11 September 2026.

Latihan SGS 2026 dijadwalkan ditutup di Jakarta pada 11 September 2026. (Dul)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar