Yaman Ingatkan PBB tentang Upaya Houthi Kuasai Laut Merah

Istanbul, indomaritim.com – Utusan Yaman untuk PBB Abdullah al-Saadi memperingatkan bahwa kelompok Houthi terus meningkatkan eskalasi militer dan berupaya menciptakan “kenyataan baru” di Laut Merah.

Berbicara dalam sidang darurat Dewan Keamanan PBB mengenai serangan Houthi terhadap Arab Saudi pada Kamis, Saadi mengatakan tindakan kelompok tersebut mengancam pelayaran di jalur perairan strategis itu.

“Milisi Houthi terus meningkatkan eskalasi dan berupaya menguasai dan menciptakan kondisi baru di Laut Merah,” kata Saadi seperti dikutip dari Antara.

“Milisi Houthi mengancam pelayaran di Laut Merah,” tambahnya, seraya memperingatkan bahaya jika kelompok tersebut menguasai Selat Bab al-Mandeb.

“Kami mempertahankan Bab al-Mandeb sebagai bagian dari keamanan internasional dan regional,” ujarnya.

Saadi mendesak Dewan Keamanan PBB mengutuk eskalasi militer Houthi dan menegakkan embargo senjata terhadap kelompok tersebut.

Ia mengatakan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional telah “memilih perdamaian daripada perang dan menahan diri selama bertahun-tahun”, dan akan terus menjalankan kewajibannya melindungi rakyat dan institusi negara.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya bentrokan antara pasukan pemerintah dan Houthi di sepanjang pesisir barat Yaman yang menghadap Laut Merah dan berada dekat Selat Bab al-Mandeb.

Houthi dalam beberapa hari terakhir bergerak maju di sepanjang pesisir barat. Media lokal juga melaporkan kelompok tersebut telah merebut Pulau Zuqar yang strategis di Laut Merah dekat Bab al-Mandeb.

Namun, baik Houthi maupun pasukan pemerintah belum mengonfirmasi laporan mengenai perebutan pulau tersebut secara resmi.

Sebelumnya, Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman Rashad al-Alimi memperingatkan dampak pergerakan militer di sekitar Selat Bab al-Mandeb.

Menteri Luar Negeri Yaman Afrah al-Zouba juga mendesak Dewan Keamanan PBB mengambil “sikap yang jelas dan tegas” terhadap eskalasi Houthi serta risiko yang ditimbulkannya bagi Yaman, kawasan dan Laut Merah.

Pertempuran antara pasukan pemerintah dan Houthi meningkat di sejumlah front sejak awal Juli setelah bertahun-tahun relatif tenang.

Yaman dilanda konflik sejak Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi pada September 2014. Koalisi Arab pimpinan Arab Saudi kemudian melakukan intervensi pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah yang diakui secara internasional. (Dul)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar