Pemprov DKI Diminta Revitalisasi Tempat Promosi Hasil Perikanan Cengkareng

Yang memintanya Asosiasi Pedagang Ikan Hias Cengkareng

Industri Maritim210 Dilihat

Jakarta, indomaritim.com – Asosiasi Pedagang Ikan Hias Cengkareng (APIC) meminta Pemprov DKI untuk merevitalisasi Tempat Promosi Hasil Perikanan (TPHP) Cengkareng, Jakarta Barat, usai sejumlah bagian gedung, terutama plafon rusak parah.

Ketua APIC, Bryan Ghautama di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa satu-satunya sentra ikan hias di Jakarta Barat itu telah ditempati oleh para penjual sejak 2011.

Kini, kata Bryan, bangunan yang berdiri di atas lahan Pemprov itu rusak pada sejumlah bagian, namun belum pernah mendapat perawatan.

“Sejak saat itu, menurut saya yang setahu saya itu tidak ada perawatan yang baik, kurang lah ya, kurang perawatan yang baik. Makanya saya berharap adanya perhatian dari pemerintah, seperti gedungnya, kemudian jalanannya kita lihat rusak,” tutur Bryan kepada wartawan usai acara Gebyar Edukasi Ikan Hias di TPHP Cengkareng.

Dikutip dari Antara, gedung tersebut dikelola oleh Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP) melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Produksi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP).

Selain gedung membutuhkan perawatan teknis, revitalisasi juga bisa menjadi langkah strategis untuk menjadikan TPHP Cengkareng lebih dari sekadar tempat jual beli ikan hias, tetapi juga lokasi wisata.

“Betul, lebih dari sekadar jual beli. Orang-orang di sini bisa menikmati. Bedanya gini, menikmati dan membeli. Ibaratnya seperti minum kopi. Minum kopi itu beda dengan minum air putih yang hanya menghilangkan haus. Minum kopi itu lebih kepada kenikmatan, jadi ada aromanya,” ujar Bryan.

Ia mengatakan, pengalaman melihat langsung yang didukung dengan tempat yang nyaman itu juga yang menjadi keunggulan TPHP dibandingkan dengan lapak ikan hias dalam jaringan (online).

“Jadi, belinya apa, ukurannya beda, bahkan kadang-kadang warnanya tidak sesuai dengan yang ada di gambar. Lalu juga perbedaannya adalah TPPH Cengkareng ini sebenarnya seperti tempat orang cuci mata, wisata ikan hias. Kemudian ada kantinnya yang menarik juga,” ujar Bryan.

Hingga kini, pihaknya secara swadaya memperbaiki musala serta menata kantin yang dihuni beberapa tenan UMKM. Ia berharap agar pemerintah bisa memainkan bagiannya dengan merevitalisasi gedung TPHP serta akses masuk ke lokasi tersebut.

“Gedungnya sudah lama, jalanannya rusak, saya khawatir bisa menimbulkan potensi bahaya. Seperti contoh kita lihat atapnya bolong, pernah roboh, takutnya ketiban. Nah itu, kami berharap perhatian yang serius dari pemerintah untuk merawat tempat ini,” tutur Bryan. (Edo)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar