Dihentikan, Pencarian Wisatawan Malaysia yang Hilang di Pulau Weh

Daerah, Info Maritim602 Dilihat

Banda Aceh, indomaritim.com – Tim SAR gabungan menghentikan pencarian wisatawan Malaysia yang dilaporkan hilang saat menyelam di perairan Pulau Weh, Kota Sabang, Provinsi Aceh.

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Banda Aceh Ibnu Harris Al Hussain di Banda Aceh, Jumat, mengatakan pencarian dihentikan karena korban tidak ditemukan setelah operasi SAR berlangsung tujuh hari.

“Hasil pencarian nihil hingga hari ketujuh. Berdasarkan evaluasi dan musyawarah unsur SAR yang terlibat, maka operasi dihentikan. Selanjutnya, personel SAR yang terlibat dikembalikan ke instansi masing-masing,” katanya seperti dikutip dari Antara.

Ibnu Harris Al Hussain mengatakan korban bernama Ho Wee Han (49), warga negara Malaysia. Korban dilaporkan hilang saat menyelam di perairan Shark Plateua, Pulau Selako, Gampong Iboih, Kecamatan Sukamakmu, Kota Sabang, pada Jumat (11/9) sekira pukul 15.05 WIB.

Sebelumnya korban menyelam bersama tiga penyelam lainnya. Saat penyelaman pada kedalaman sekitar 20 meter, kondisi arus bawah laut semakin kuat dan menyebabkan para penyelam terseret hingga kedalaman 30 meter.

“Saat itu pendamping selam tidak melihat korban. Upaya pencarian awal dilakukan dari permukaan laut selama kurang lebih 30 menit, namun korban belum ditemukan. Kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan kepada pihak kepolisian dan Tim SAR,” katanya.

Ibnu Harris Al Hussain mengatakan pencarian korban dibagi beberapa kelompok dengan menyisir perairan hingga radius 12 kilometer. Pencarian juga dilakukan dengan penyelaman dengan kedalaman berkisar 40 hingga 50 meter.

Operasi SAR, kata dia, sempat terhenti karena hujan disertai angin serta gelombang laut berkisar satu hingga satu setengah meter. Setelah cuaca membaik, pencarian korban kembali dilakukan.

Adapun personel yang terlibat dalam operasi SAR tersebut, yakni 11 orang dari Pos SAR Sabang, tiga personel TNI AL, Polsek Iboih sebanyak enam orang, Pol Airud enam orang, 18 personel dari Polres Sabang, serta 40 penyelam serta 17 orang dari unsur masyarakat dan nelayan.

“Namun pencarian korban hingga hari ke tujuh dengan hasil nihil, maka operasi SAR dihentikan. Operasi SAR dibuka kembali jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Kami menyampaikan terima kasih kepada personel terlibat dalam operasi SAR,” kata Ibnu Harris Al Hussain. (Dul)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar