Jakarta, indomaritim.com – Markas Besar TNI Angkatan Laut menunjuk Kolonel Laut (P) Fuad Hasan menjadi calon komandan kapal induk pertama Indonesia.
Perwira lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) tahun 2002 ini mengaku sangat terhormat karena mendapatkan kepercayaan untuk menduduki jabatan penting ini.
“Tidak terbayang pada saat itu (lulus AAL) saya Letda (letnan dua), Angkatan Laut punya kapal induk. Dulu belum terbayang juga saya sampai ke step komandan dan hari ini ataupun pada saat ini, kita mengalami milestone ini,” kata Fuad saat diwawancarai awak media di depan kapal induk Giuseppe Garibaldi di Dermaga 107, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat.
Mantan Komandan KRI Raden Edy Martadinata-331 ini mengatakan dirinya dan 100 personel TNI AL yang lain terpilih melalui ragam seleksi yang cukup ketat.
Setelah melewati proses seleksi, mereka langsung menjalani pelatihan khusus di Komando Armada II Surabaya.
“Kami melaksanakan pelatihan di Koarmada II kurang lebih selama satu bulan, kemudian ke Italia, ya di Pangkalan Angkatan Laut Italia di Taranto. Kami melaksanakan familiarisasi kurang lebih satu bulan,” kata Fuad.
Setelah selesai menjalani pelatihan, Fuad dan 100 personel TNI AL bersama 300 personel AL Italia mengawaki kapal tersebut dari Italia menuju Indonesia.
Selama proses pengawakan kapal, Fuad mengaku cukup banyak menghadapi kendala dari segi bahasa saat berkoordinasi dengan prajurit AL Italia hingga penyesuaian teknologi.
Namun, keterbatasan itu justru semakin mempererat hubungan antara prajurit TNI AL dengan AL Italia.
“Jadi, kita ini berlayar bersama itu sudah seperti keluarga. Sudah bukan beda negara, ya memang kita angkatan laut berbeda, kita respect dengan aturan dan tradisi masing-masing,” katanya.
Fuad mengaku semakin bangga karena berhasil membawa kapal induk itu ke tanah air.
Ia menyatakan akan siap menjalankan tugas sebagai komandan kapal induk dalam menjalankan misi apa pun yang diberikan negara.
“Untuk misi, apa pun saya siap, ya. Mission first, safety first, selama itu diberikan misi atau tugas apa pun kepada kita, tujuan kita adalah menyukseskan misi dan faktor keselamatan jadi nomor satu,” kata Fuad.
Saat ini kapal induk Giuseppe Garibaldi masih berbendera Italia dan dikomandani Kapten Marco Guerriero.
Kapal tersebut nantinya akan diserahterimakan dari Italia ke Pemerintah Indonesia pada 24 September 2026.
Pada momentum itu pula, kapal akan berganti nama menjadi KRI Sriwijaya dan Kolonel Laut (P) Fuad Hasan secara resmi dilantik menjadi komandan kapal. (RR)










Komentar