Tokyo, indomaritim.com – Menteri luar negeri negara anggota Group of Seven (G7) mengeluarkan pernyataan bersama yang menyerukan kepada gerakan Houthi di Yaman untuk menghentikan serangan terhadap kapal-kapal pengiriman kargo.
Para menlu kelompok negara-negara maju itu juga mendesak Iran untuk menghentikan pemberian senjata kepada kelompok Houthi di tengah kekhawatiran tentang keamanan energi global setelah gerakan itu menguasai jalur maritim penting.
Situasi di Yaman menjadi ancaman yang tidak dapat diterima terhadap stabilitas dan keamanan regional, kata para menlu G7 dalam pernyataan tersebut seusai pertemuan di sela-sela Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di New York, AS, Senin (20/9).
Menurut Antara, gerakan Houthi telah mengambil kendali atas sisi Yaman dari Selat Bab-el-Mandeb, yang menghubungkan Laut Merah ke Teluk Aden, di mana jalur tersebut menjadi jalur pengiriman alternatif ke Selat Hormuz, arteri perdagangan utama yang secara efektif ditutup sejak perang antara AS-Israel dengan Iran sejak akhir Februari lalu.
Dengan prediksi kenaikan harga energi, para menlu G7 menegaskan kembali perlunya kebutuhan penting untuk memastikan keselamatan dan keamanan maritim secara permanen guna mencegah gangguan berkepanjangan pada rantai pasokan global.
Selain blokade terhadap kapal-kapal Arab Saudi, kelompok Houthi yang didukung Iran juga telah melancarkan serangan terhadap kerajaan tersebut, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi regional lebih luas serta gangguan lebih lanjut pada pasar energi global.
Para menteri tersebut mengutuk keras serangan di Yaman dan Arab Saudi, dengan mengatakan tindakan Houthi dan Iran merupakan pola eskalasi berbahaya yang berisiko memperburuk konflik, merusak perdagangan internasional, serta menciptakan ketidakstabilan ekonomi global.
Menurut Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Jepang, dalam pertemuan tersebut AS diwakili oleh Wakil Menlu AS bidang Politik Allison Hooker. (Edo)










Komentar