Prancis Harapkan Peran India di Selat Hormuz

Prancis juga sambut baik mediasi Pakistan

Internasional248 Dilihat

Istanbul, indomaritim.com – Prancis berupaya bekerja sama dengan India untuk menjamin kebebasan di Selat Hormuz dan menyambut baik upaya mediasi Pakistan antara Iran dan AS, menurut Kementerian Luar Negeri Prancis, Senin (21/9).

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mengadakan pertemuan terpisah dengan rekan sejawatnya dari India dan Pakistan di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York.

Dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar, kedua menteri “menekankan pentingnya menjamin kebebasan navigasi” di Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb.

Menurut Antara, Barrot mengusulkan agar India bekerja sama dengan Prancis dalam masalah tersebut, yang dinilai “sangat penting bagi stabilitas dan kemakmuran Eropa dan Asia.”

Dia juga menyinggung kembali inisiatif Prancis-Inggris yang diluncurkan untuk menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Barrot dan Jaishankar menegaskan kembali komitmen Prancis dan India terhadap hukum internasional serta dukungan bersama mereka bagi “multilateralisme yang efektif dan telah direformasi.”

Mereka juga menegaskan kembali niat mereka untuk mereformasi Dewan Keamanan PBB.

Kedua menteri menegaskan kembali dukungan mereka terhadap gencatan senjata di Ukraina serta “perdamaian yang komprehensif, adil, dan langgeng sesuai dengan hukum internasional.”

Mereka juga menyambut baik kemajuan dalam “kemitraan strategis Prancis-India yang komprehensif dan istimewa,” khususnya di bidang pertahanan, teknologi baru, dan pendidikan tinggi.

Secara terpisah, Barrot bertemu dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, untuk membahas perkembangan situasi di kawasan tersebut.

Barrot menyambut baik upaya mediasi Pakistan antara Iran dan AS serta menekankan perlunya “negosiasi yang seluas-luasnya dan inklusif” untuk membantu mengamankan pasokan energi khususnya, serta “mengatasi secara berkelanjutan ancaman yang ditimbulkan oleh Iran di bidang nuklir, rudal balistik, dan kawasan.”

Kedua menteri sepakat untuk terus mengembangkan hubungan bilateral, terutama dalam kerja sama universitas, kerja sama budaya, dan pembangunan berkelanjutan.

AS dan Israel melancarkan serangan berskala besar terhadap Iran pada 28 Februari, dengan menargetkan gedung-gedung pemerintah, situs militer, infrastruktur rudal, dan pertahanan udara.

Iran membalas dengan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) terhadap Israel serta pangkalan-pangkalan AS di seluruh kawasan.

Konflik tersebut sempat mereda dengan adanya gencatan senjata pada April, yang diikuti oleh penandatanganan nota kesepahaman pada Juni dengan tujuan mencapai kesepakatan damai final dalam waktu 60 hari.

Kesepakatan itu gagal beberapa minggu kemudian, sementara Pakistan dan Qatar terus berupaya memediasi pengakhiran konflik tersebut. (Dul)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar